Biden mengatakan bahwa dia belum berbicara dengan Putin sejak pelanggaran terakhir atau sejak pertemuan mereka di Jenewa.
"Saya mengarahkan sumber daya penuh dari pemerintah untuk membantu dalam respon jika diperlukan," katanya.
"Saya mengarahkan komunitas intelijen untuk memberi saya pemahaman mendalam tentang apa yang terjadi. Aku akan tahu lebih baik besok.'
Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur AS (CISA) mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya mengambil tindakan untuk memahami dan mengatasi serangan ransomware rantai pasokan baru-baru ini.
Sekitar 1.000 bisnis AS terkena dampak serangan cyber 'kolosal' pada hari Jumat, melumpuhkan jaringan komputer mereka.
Perusahaan di seluruh dunia di setidaknya 17 negara diperkirakan juga terpengaruh.
Para peretas pertama kali menargetkan perusahaan TI yang berbasis di Florida, Kaseya, sebelum menyebar ke perusahaan lain yang menggunakan perangkat lunak perusahaan.
Pelanggaran itu ditemukan Jumat sore karena banyak bisnis sudah tutup atau mengucapkan selamat tinggal kepada karyawan untuk akhir pekan Hari Kemerdekaan yang panjang.
Perusahaan keamanan Huntress mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya yakin geng cyber ransomware REvil yang terkait dengan Rusia.
Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan 13 Juta Stasiun Pengisian Baterai Kendaraan Listrik
Berita Terkait
-
Bertemu Putin, Joe Biden: Ini Agenda Bukan Melawan Rusia, Tetapi untuk Rakyat AS
-
Joe Biden Bertemu Putin: Saya Datang untuk Amerika, Bukan Melawan Rusia
-
Lawatan Perdana ke Eropa Hadiri KTT G-7, Joe Biden Sebut "AS telah Kembali"
-
Gegara Jangkrik, Pesawat Awak Media Joe Biden Tertunda Terbang hingga 6 Jam
-
Pemerintah AS Targetkan Vaksinasi 70% Warga Sebelum Juli
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
New XForce HEV Perkuat Posisi Mitsubishi di Segmen Mobil Keluarga Hemat BBM
-
5 Rice Cooker Portable Terbaik untuk Traveling, Praktis dan Ringkas!
-
Laporan SF Hariyanto: Kasus ISPA Akibat Karhutla di Riau Bisa Ditangani
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun