Para ilmuwan mengumpulkan sampel darah dari orang-orang dari berbagai usia antara 2009 dan 2016, kemudian menjalankan sampel tersebut melalui serangkaian tes, menilai tingkat sitokin, aktivasi gen, dan respons imun dalam sel yang dikumpulkan.
"Dengan langkah-langkah ini, tim berharap menunjukkan dengan tepat bagian mana dari sistem kekebalan yang berkontribusi pada peradangan tingkat rendah yang terus-menerus yang muncul seiring bertambahnya usia," kata Furman.
Peradangan kronis ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit, dari kanker hingga Alzheimer, dan terkait dengan tanda-tanda penuaan.
Meskipun hubungan antara penanda inflamasi dan penuaan bukanlah hal baru, masalah di lapangan adalah bahwa 'peradangan' terlalu [banyak] dari istilah umum.
"Kita tidak dapat benar-benar mengurangi peradangan tanpa konsekuensi yang parah pada kesehatan," kata Dr. Luigi Ferrucci, direktur ilmiah National Institutes of Health's National Institute on Aging, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Menurutnya, studi baru mengambil langkah maju dengan menggunakan AI untuk menyaring data dari peserta 1KIP, sehingga mengidentifikasi sitokin spesifik yang mungkin memainkan peran kunci dalam penuaan.
"Saya tidak setuju bahwa ini adalah ukuran penuaan imunologis karena iAge tidak dapat memprediksi seberapa baik sistem kekebalan seseorang akan merespon vaksinasi atau infeksi," Ferrucci menambahkan.
Tapi, menurutnya, alat itu masih bisa berguna sebagai indeks untuk melacak penuaan biologis yang berhubungan dengan peradangan.
Baca Juga: China Akan Kirim 23 Roket Raksasa ke Antariksa untuk Hadang Asteroid Penghancur Bumi
Berita Terkait
-
Ahli Herbal Riau Ungkap Ramuan Bantu Tangkal Covid-19, Ini Cara Buatnya
-
Terungkap! Ilmuwan Temukan Korban Wabah Tertua di Dunia
-
Ilmuwan Ungkap Alien Bisa Deteksi Kehidupan di Bumi
-
Sebesar Kecoak, Ilmuwan Temukan Fosil Hewan 120 Juta Tahun Mirip T-Rex
-
Varian Delta Mengancam, Ini 5 Resep Minuman Alami untuk Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Realme Neo 8 Meluncur Pekan Depan: Bawa RAM 16 GB, Zoom 120X, dan Chip Kencang
-
Cara Kompres Video di CapCut Terbaru, Kecilkan Ukuran File Tanpa Mengurangi Kualitas
-
5 Rekomendasi Smartwatch Pengukur Detak Jantung untuk Orang Tua
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Red Magic 11 Air: Benarkah Hanya Jiplak Konsep iPhone Air atau Justru Monster Gaming yang Menyamar?
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 10 Januari 2026, Klaim M249 dan Bundle HRK Uniform Gratis
-
Terpopuler: Sikap Komdigi ke Fitur Grok X, Rekomendasi HP 1 Jutaan Memori Internal 256 GB
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
-
Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Lakukan Pemeriksaan Ini
-
2026 Siap Ganti HP? Ini 5 HP Terbaru Harga Rp2 Jutaan, Layar AMOLED Baterai Jumbo