Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa penampakan objek-objek terbang misterius di langit Bandung pada Kamis (29/7/2021) bukan merupakan peristiwa meteorologis sehingga tak bisa dijelaskan oleh pihaknya.
Dalam penjelasan yang diunggah di Facebook, Jumat (30/7/2021), BMKG Bandung membeberkan bahwa kondisi cuaca di Ibu Kota Jawa Barat saat kejadian normal saja.
Berdasarkan observasi cuaca yang dilakukan BMKG Bandung, kondisi atmosfer atau langit dalam kondisi cerah berawan dan kecepatan angin 6 kilometer per jam.
"Terpantau awan Cirrus dan tidak terpantau adanya awan hujan . Berdasarkan data pengamatan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa fenomena yang terlihat oleh masyakarat pada hari Kamis kemarin di langit di wilayah Pasirkaliki Kota Bandung, bukan merupakan fenomena meteorologis," jelas BMKG.
Berdasarkan hal-hal diatas, maka fenomena dengan ciri benda yang bergerak di angkasa biasanya terkait dengan fenomena antariksa," terang BMKG lebih lanjut.
Adapun penampkan objek-objek terbang di langit Bandung itu terlihat dari wilayah Pasirkaliki Cicendo Bandung, tepatnya di Jln Dr Rum pukul 08.30 WIB. Belum diketahui apa sebenarnya yang tampak di langit.
Meski demikian warganet telah banyak berspekulasi soal objek-objek misterius tersebut. Bahkan ada yang menebak bahwa objek-objek bercahaya itu adalah UFO milik alien.
BMKG sendiri menganjurkan agar publik melaporkan fenomena yang terjadi di atmosfer atau fenomena meteorologis ke lembaga-lembaga pemerintah yang valid, sehingga memperoleh informasi yang valid dan ilmiah berdasarkan data pengamatan yang ada.
Baca Juga: Ilmuwan Internasional Cari Bukti UFO adalah Buatan Alien
Berita Terkait
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Senin: Langit Berawan Tebal, Hujan Turun Mulai Sore Hari
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony