Suara.com - YouTube mengumumkan bakal menyesuaikan pengaturan unggahan (upload) untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun. Hal ini dilakukan karena Google kerap mendapatkan kritik terkait keamanan untuk anak di bawah umur.
Kebijakan baru ini akan berlaku untuk pengguna berusia 13-17 tahun, di mana pengaturan upload konten akan diatur default ke opsi private. Dengan opsi privat, konten hanya dapat ditonton oleh pengunggah ataupun beberapa pengguna tertentu.
"Kami ingin membantu pengguna muda agar membuat keputusan berdasarkan informasi jejak digital dan menjaga privasi digital mereka, termasuk memberikan pilihan ke mereka apabila mau mengunggah konten," kata James Beser, Director of Product YouTube, dikutip dari Variety, Rabu (11/8/2021).
Beser mengatakan YouTube juga akan memberikan informasi bagi pengguna di bawah umur terkait siapa saja yang dapat melihat video mereka.
Platform video milik Google ini nantinya akan menghapus fitur autoplay (putar otomatis) video bagi pengguna berusia 13-17 tahun. Sementara di YouTube Kids, platform khusus pengguna berusia 4-12 tahun, fitur ini juga akan dimatikan.
"Kami ingin memberdayakan orang tua agar mereka dapat memilih pengaturan autoplay yang tepat bagi keluarganya," tambah Beser.
Sedangkan untuk kesehatan digital, YouTube bakal mengaktifkan fitur pengingat untuk istirahat dan waktu tidur secara bawaan bagi pengguna 13-17 tahun.
Untuk YouTube Kids, aplikasi tidak akan menampilkan iklan ataupun produk berbayar lain. Selain itu, YouTube juga mulai menghapus konten berbau komersial seperti produk kemasan atau ajakan untuk berbelanja.
Baca Juga: Mulai September, Ponsel Android Lama Tidak Bisa Buka Google dan YouTube
Tag
Berita Terkait
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
YouTube Diberi Waktu 3 Hari soal Kasus Bigmo, Komdigi Ancam Denda hingga Pemutusan Akses
-
YouTube Kena Semprot Komdigi, Imbas YouTuber Bigmo Libatkan Anak Kecil Promosi Vape
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas
-
Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan
-
Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta
-
Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak
-
Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis
-
Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan
-
Tak Hanya Rekening, Akun Medsos Botok Juga Diblokir, Aksi Demo 27 Agustus Terancam Batal?
-
6 Film Resident Evil Tayang di Netflix September 2026, Ini Daftarnya
-
Tunggu Regulasi Subsidi, Asosiasi Motor Listrik: Yang Terpenting Kepastian
-
Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan