Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia ditandai dengan tonggak sejarah riset dan inovasi Indonesia melalui pembentukan BRIN.
"Peringatan Kemerdekaan RI tahun ini sangat spesial untuk BRIN, karena tahun ini merupakan tahun awal pembentukan BRIN yang diharapkan membuat perubahan besar manajemen dan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Tahun ini adalah milestone (tonggak sejarah) riset dan inovasi Indonesia," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Selasa (17/8/2021).
Oleh karena itu, Handoko menuturkan BRIN yang dibentuk pada 28 April 2021 harus mampu menunjukkan tugas yang telah diamanatkan, yakni eksekusi segera integrasi lembaga penelitian dan pengembangan di kementerian/lembaga.
Selain itu, dengan integrasi sumber daya riset tersebut, BRIN mampu menjadi fasilitator dan pengungkit bagi seluruh pemangku kepentingan untuk masuk ke aktivitas riset tanpa investasi yang besar dan risiko yang seminimal mungkin.
Menurut Handoko, riset adalah kunci bagi masa depan ekonomi Indonesia untuk menjadi negara maju dan tidak masuk dalam jebakan negara berpendapatan menengah.
Untuk itu, BRIN siap menjadi pengungkit utama untuk mendukung peningkatan nilai tambah bagi berbagai produk barang dan jasa berbasis riset.
Ia mengajak seluruh komunitas riset dan periset Indonesia untuk bersama-sama memperbaiki ekosistem riset di Indonesia yang masih jauh dari ideal, yang masih berkutat dengan masalah rendahnya critical mass terkait sumber daya riset yang meliputi manusia unggul, infrastruktur dan anggaran.
"Kita harus berani menatap masa depan tanpa dibebani dengan sejarah masa lalu, harus berani melakukan perubahan besar demi meningkatkan kapasitas dan kompetensi riset di Indonesia untuk menghasilkan berbagai invensi dan inovasi yang berdaya saing global," ujar Handoko.
Sesuai arahan dari Presiden Jokowi, BRIN akan fokus pada riset untuk mendukung ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru yang berbasis pada sumber daya alam lokal dan keanekaragaman hayati, geografis dan seni budaya)yang sudah dimiliki dan menjadi daya saing lokal Indonesia secara global.
Baca Juga: BRIN: Vaksin Merah Putih Terkendala Fasilitas BSL-3 dan GMP
Dengan demikian, kata Handoko, Indonesia akan lebih mampu berkompetisi dan merebut kesempatan. [Antara]
Berita Terkait
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Gandeng Lembaga Riset Negara, Pemkab Sumbawa Akhiri Polemik Komunitas Cek Bocek
Terpopuler
Pilihan
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
Terkini
-
46 Kode Redeem FF 3 Maret 2026: Klaim Skin XM8 dan Emote Kanarazu Permanen
-
6 iPhone Harganya Turun di iBox Maret 2026, Ada yang Jadi Rp8 Jutaan Aja!
-
27 Kode Redeem FC Mobile 3 Maret 2026: Bocoran Pele 117 dan Panen Gems Melimpah
-
Akuisi Warner Bros, Paramount Bakal Memiliki Deretan Studio Game Legendaris
-
10 HP Android Terkencang AnTuTu Februari 2026: iQOO Memimpin, RedMagic dan Vivo Bersaing
-
iQOO Z11x 5G Meluncur Pekan Depan, Klaim Skor AnTuTu Tinggi dan Baterai Awet
-
57 Kode Redeem FF Terbaru 3 Maret 2026, Banjir Reward Spesial Ramadan Gratis
-
Kronologi Kasus Fadila, Viral Oknum Istri TNI Diduga Selingkuh dengan 13 Prajurit
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Maret 2026, Klaim Hadiah Ramadan Gratis
-
Spesifikasi iPad Air 2026 M4: Tablet Tipis dengan AI, Cocok untuk Konten Kreator