Suara.com - Cara menulis daftar pustaka yang benar merupakan salah satu bagian penting dari penyusunan karya ilmiah. Daftar pustaka berisi identitas seperti nama penulis, judul tulisan, penerbit dan tahun terbit.
Fungsi daftar pustaka adalah sebagai sumber atau referensi oleh seseorang yang menulis karya ilmiah. Sumber atau referensi tersebut dapat merujuk pada buku, jurnal, surat kabar, website, tesis dan masih banyak lainnya.
Daftar pustaka penting untuk dibuat sebagai petunjuk bahwa data yang diambil merupakan data teruji keasliannya, telah memenuhi etika kepenulisan karya ilmiah dan sebagai rasa apresiasi kepada penulis/peneliti sebelumnya atas ide yang diberikan. Untuk itu, cara menulis daftar pustaka yang benar wajib kalian ketahui.
Dengan menyantumkan daftar pustaka kita juga akan terhindar dari plagiarisme terhadap tulisan seseorang. Lalu bagaimana cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar? Simak ulasannya berikut ini.
Format Penulisan Daftar Pustaka dari Buku
- Nama Penulis
Nama penulis ditulis pada bagian awal. Urutan penulisan nama penulis yakni diawali dengan nama belakang, diikuti dengan tanda koma (,) dan diikuti dengan nama depan dan tengah penulis.
Namun jika penulis lebih dari satu orang maka hanya penulis pertama yang namanya dibalik. Nama penulis juga tidak perlu mencantumkan gelar yang dimiliki. - Tahun Terbit
Tahun terbit ditulis pada urutan setelah nama penulis dan dipisahkan dengan tanda titik (.). - Judul Buku
Judul buku ditulis secara lengkap dengan menggunakan format italic (miring). - Kota Buku diterbitkan dan Nama Penerbit
Terakhir, tuliskan nama kota tempat buku diterbitkan dan diikuti dengan tanda titik dua (:) dan nama penerbit dan diakhiri dengan titik.
Berikut ini adalah format penulisan yang digunakan dalam sebuah buku:
(nama belakang), (nama depan). (tahun terbit). (judul buku). (kota): (nama penerbit).
Format Penulisan Daftar Pustaka dari Jurnal, Koran dan Majalah
- Nama Penulis
Pada bagian awal tulis nama penulis secara lengkap. - Judul Artikel
Setelah itu tulis judul artikel tanpa dicetak miring, namun diberi tanda kutip (“) pada awal dan akhir judul. - Nama jurnal, koran dan majalah
Kemudian tulis nama jurnal, koran maupun majalah dengan dicetak miring.
Berikut ini adalah format penulisan yang digunakan dalam jurnal, koran dan majalah:
Baca Juga: Cara Menulis Daftar Pustaka untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi
(nama belakang), (nama depan). (tahun terbit). “(judul artikel)” dalam (nama koran, majalah, atau jurnal) ((hlm. xxx)). (kota): (nama penerbit).
Format Penulisan Daftar Pustaka dari Internet
- Nama Penulis
Pada bagian awal tulis nama penulis secara lengkap. - Tahun Terbit Artikel
Tuliskan tahun terbit artikel tersebut. - Judul Artikel
Judul artikel tidak ditulis secara italic (miring), melainkan hanya menggunakan tanda kutip (“). - Link Artikel
Salin link artikel yang dikutip - Waktu Pengutipan
Di bagian akhir, cantumkan waktu pengambilan artikel daring dengan secara lengkap, yakni tanggal dan jam saat artikel tersebut diakses untuk dijadikan sebagai sumber referensi.
Berikut ini adalah format penulisan yang digunakan dalam menulis daftar pustaka dari artikel yang beredar di Internet:
(nama belakang), (nama depan). (tahun terbit). “(judul artikel)”, (link artikel), diakses pada (tanggal dan jam saat mengakses sumber artikel).
Seperti itulah cara menulis daftar pustaka yang baik dan benar untuk kutipan yang bersumber dari buku, jurnal, koran, hingga internet. Selamat belajar.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
PDIP Sambut Prabowonomics Berbasis Marhaenisme, Minta Bukti Keberpihakan pada Rakyat
-
Purbaya Mau Tambah Anggaran Bea Cukai Rp 1 Miliar Lebih, Dianggap Kinerjanya Makin Baik