Suara.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau Pandi tengah mengembangkan laman merajutindonesia.id yang bakal menjadi rujukan bagi pembelajaran dan sekaligus sebagai upaya melestarikan aksara Nusantara.
Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan pada era digital sekarang ini pembelajaran aksara tidak hanya dilakukan melalui buku-buku atau media konvensional, namun sudah bertransformasi ke ranah digital.
"Salah satu program Merajut Indonesia adalah Digitalisasi Aksara Nusantara (Mimdan) yaitu memperkenalkan aksara nusantara di perangkat digital. Supaya masyarakat dapat mengetahui keragaman aksara dan langsung mencobanya di perangkat digital," kata Yudho, dalam pernyataan pers, dikutip Kamis (26/8/2021).
Dalam program Mimdan Pandi tengah mengembangkan satu aplikasi melalui website merajutindonesia.id yang akan diluncurkan pada 2 September 2021. Diharapkan laman Mimdan bisa menjadi big data yang menjadi rujukan pembelajaran aksara Nusantara ke depan, katanya.
Dalam pengelolaan dan pengembangan program Mimdan, Pandi tidak bekerja sendirian, melainkan merangkul banyak pihak seperti lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, komunitas, media, dan pegiat aksara, untuk bersama-sama mengembangkan program ini.
Ada banyak kegiatan yang telah dilakukan sejak tahun 2020, mulai dari perlombaan pembuatan website menggunakan aksara Nusantara, diskusi atau webinar, hingga selebrasi digitalisasi aksara di beberapa daerah.
Fajar Yugaswara, staf Pandi yang mengawal proses pembuatan website merajutindonesia.id, mengatakan bahwa program Mimdan akan terus bersentuhan dengan hal-hal yang bersifat digital semisal aplikasi web, aplikasi telepon cerdas (smartphone), basis data, pengarsipan digital, dan sebagainya.
Sementara kegiatan lain yang dirumuskan Mimdan antara lain pengumpulan referensi aksara Nusantara, pembuatan dan pengumpulan fonta (font), standardisasi aksara (SNI/ISO), pendaftaran aksara ke UNICODE, implementasi aksara dalam berbagai perangkat, pendaftaran ke ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan perkembangan ke depan.
"Bulan ini Mimdan meluncurkan website versi terbaru dengan konsep yang lebih visioner, terstruktur, memiliki basis data yang mudah dikembangkan, dan tentu saja dapat berjejaring dengan aplikasi lain. Ke depannya, web Mimdan akan dikembangkan menjadi pusat data bahasa dan aksara Nusantara," terang Fajar.
Baca Juga: Pandi Resmikan Indonesia Anti-Phising Data Exchange
Menurut Fajar, ada banyak fitur yang ditambahkan dalam website versi terbaru, selain pembaruan tampilan dan restrukturisasi menu. Selain fitur yang sudah umum dalam sebuah website seperti artikel, berita, dan testimoni, ada juga menu Unicode Aksara Nusantara.
Pada fitur ini, pengunjung dapat melihat sejarah aksara Nusantara dari masing-masing aksara. Demikian pula informasi digitalitasi aksara tersebut, misalnya status Unicode, font Unicode yang tersedia, pendaftaran ke Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan sebagainya.
"Keberadaan website merajutindonesia.id ini merupaka respons terhadap globalisasi dan modernisasi dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi ciri suatu masyarakat Indonesia. Mimdan akan terus berupaya agar generasi berikutnya tetap bisa mengetahui aksara Nusantara melalui platform digital,” tambah Fajar.
Senada dengan Pandi, Dadan Sutisna selaku pemimpin redaksi merajutindonesia.id mengungkapkan bahwa aplikasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pada dasarnya, aksara-aksara di Nusantara memiliki banyak kemiripan sehingga memungkinkan untuk dirajut dalam satu aplikasi mandiri.
"Aplikasi ini dapat langsung digunakan tanpa harus memasang banyak fon. Nantinya pengguna bisa mencoba menulis dengan memilih salah satu aksara, kemudian mengalihkan ke dalam huruf Latin dan sebaliknya. Selain itu, ada juga fitur pengenalan karakter untuk masing-masing aksara," katanya.
Sampai saat ini baru ada beberapa aksara yang tercatat di Unicode, yaitu Bali, Sunda, Jawa, Lontaraq (Bugis), Batak dan Rejang (Surat Ulu). Kendala lainnya adalah masalah standardisasi untuk transliterasi dan papan ketik. Namun, atas upaya Pandi dan BSN, masalah ini akan teratasi dalam waktu dekat setelah beberapa aksara nusantara mendapat standar ISO. [Antara]
Berita Terkait
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Internet Governance Training, Perkuat Tata Kelola Internet Indonesia
-
Ditemukan 26.675 Phising Domain .id selama Tiga Bulan Pertama 2023
-
PANDI: Jumlah Nama Domain .ID Tertinggi di Asia Tenggara
-
Indonesia Kena 7.988 Serangan Phishing di Q3 2022, Sektor Keuangan Jadi Target Utama
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Kolaborasi Kelompok Tani Cipicung dan SEG, Sulap 15 Ternak Jadi Modal Berkelanjutan
-
Dapat Protein dan Serat, Menkes Budi Kasih Tips Makan Warteg yang Sehat dan Murah
-
Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan
-
Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah
-
Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington
-
Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita
-
Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar
-
Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing
-
Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot
-
Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya