Suara.com - Para ilmuwan berhasil menyelesaikan peta online dengan resolusi tinggi dari terumbu karang di seluruh dunia, yang terancam punah menggunakan lebih dari dua juta citra satelit.
Disebut The Allen Coral Atlas, diambil dari nama salah satu pendiri Microsoft Paul Allen, peta ini akan berfungsi sebagai referensi untuk konservasi terumbu karang, saat para peneliti mencoba menyelamatkan ekosistem yang hilang akibat perubahan iklim.
Tim ahli menyelesaikan atlas tersebut pada Rabu (8/9/2021) dan menyebutnya sebagai peta global pertama dengan resolusi tinggi.
Ini memberi pengguna kemampuan untuk melihat informasi rinci tentang terumbu lokal, termasuk berbagai jenis struktur bawah laut seperti pasir, batu, lamun, dan karang.
Peta yang mencakup area hingga kedalaman 50 kaki itu digunakan untuk menginformasikan keputusan kebijakan tentang kawasan lindung laut, perencanaan tata ruang untuk infrastruktur seperti dermaga dan tembok laut, serta proyek restorasi karang yang akan datang.
"Kontribusi terbesar kami dalam pencapaian ini adalah kami memiliki pemetaan yang seragam dari seluruh bioma terumbu karang," kata Greg Asner, direktur pelaksana Atlas, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (9/9/2021).
Asner mengatakan, tim ahli mengandalkan ratusan kontributor lapangan untuk informasi lokal tentang terumbu.
Atlas juga mencakup monitor pemutihan karang untuk memeriksa karang yang tertekan akibat pemanasan global dan faktor lainnya.
Para ilmuwan mengatakan sekitar tiga perempat terumbu karang dunia belum dipetakan secara mendalam seperti ini dan bahkan banyak yang tidak dipetakan sama sekali.
Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim, Bentuk Hewan Perlahan Berubah
Proyek ini dimulai pada 2017 ketika perusahaan Allen, Vulcan, bekerja dengan Ruth Gates, peneliti Hawaii dengan ide untuk menciptakan "karang super" untuk restorasi terumbu.
Gates dan Vulcan melibatkan Asner karena tugasnya di Global Airborne Observatory telah memetakan terumbu karang di Hawaii pada saat itu.
Gates kemudian menggabungkan grup tersebut dengan perusahaan satelit bernama Planet dan Allen mendanai proyek itu sekitar 9 juta dolar AS.
Sayangnya, Allen dan Gates meninggal dunia pada 2018, meninggalkan Asner dan tim ilmuwan lainnya untuk melanjutkan pekerjaan tersebut.
University of Queensland di Australia menggunakan kecerdasan buatan dan data referensi lokal untuk menghasilkan lapisan pada peta. Siapa pun kini dapat melihat peta secara online dan gratis.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Pulau Paling Dekat dengan Kutub Utara
-
Tahun Depan Indonesia Bisa Bebas Pandemi Covid-19? Begini Kata Ilmuwan
-
Perhitungan Ilmuwan, Butuh Satu Tahun Lagi untuk Indonesia Keluar dari Masa Pandemi
-
Ilmuwan Pantau Varian Baru Virus Corona, Tingkat Mutasinya Sangat Tinggi
-
Alami Kekerasan Brutal, Kerangka Manusia Ditemukan di Gurun Terkering
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Sharp Genjot Produk Ramah Lingkungan, Gandeng Pemda DKI Kelola Sampah Elektronik dan Tanam 600 Pohon
-
Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta
-
Terpopuler: 4 Portable Power Station untuk Hadapi Mati Listrik, HP Xiaomi yang Terbukti Laris
-
Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya
-
Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru
-
4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik