Dalam hal ini, sidik jari kimia dari cermin John Dee sangat cocok dengan profil obsidian Meksiko, khususnya obsidian dari Pachuca, dimana merupakan sumber obsidian Aztec.
Selain peninggalan ini, tim menganalisis dua cermin Aztec lain yang diduga dan lempengan obsidian persegi panjang yang dipoles, ketiganya juga ditemukan berasal dari Meksiko.
“Kami juga dapat menggunakan studi sebelumnya tentang cermin obsidian Aztec dan, sebagai bagian dari penelitian ini, kami membuat katalog baru cermin serupa yang dikenal di koleksi museum,” kata Campbell.
“Saat ini kami mengetahui 18 cermin jenis ini dan, meskipun ada beberapa variasi, jelas bahwa cermin John Dee sangat cocok dengan kelompok ini.”
Ketertarikan Eropa pada cermin-cermin ini mungkin merupakan cerminan bagaimana suku Aztec menggunakannya.
Dipoles oleh guano kelelawar, itu adalah benda spiritual yang digunakan untuk penyembuhan, perlindungan terhadap roh jahat, dan untuk menangkap jiwa.
Seni Aztec menggambarkan dewa Tezcatlipoca, yang namanya diterjemahkan menjadi "cermin merokok", mengenakan cermin obsidian melingkar.
Digunakan sebagai "media dan simbol wahyu, firasat, dan kekuatan," menurut penelitian tersebut.
Cermin-cermin ini kemungkinan besar memberi kesan besar pada penjajah Eropa, yang mengirimnya pulang sebagai barang berharga.
Baca Juga: Proyek Tol Solo-Jogja Tak Berani Menggusur, Yoni di Klaten Ternyata Simbol Seks
John Dee, dengan minatnya pada penaklukan Spanyol di Amerika, kemungkinan mendengar cerita tentang cermin obsidian ini, yang mungkin membuatnya menginginkannya untuk dirinya sendiri.
Campbell mengatakan penelitian ini "membantu kita memahami sesuatu tentang cara penjelajahan Eropa dalam penemuan dan keterlibatan dengan bagian lain dunia.
Artefak-artefak baru ini sering masuk ke dalam koleksi para bangsawan dan ahli, baik sebagai keingintahuan atau barang-barang yang dapat membantu para ilmuwan seperti John Dee untuk memahami dunia dengan cara baru.
Dirinya berusaha memahami bagaimana dunia bekerja dan berpikir John Dee bisa melakukan itu melalui pencarian makna tersembunyi.
Artefak baru dan eksotis yang muncul di Eropa pada abad ke-16 adalah salah satu alat yang bisa dia gunakan.
Bagi John Dee, obsesinya pada okultisme dan supranatural tidak pernah membuatnya terlalu jauh.
John Duo sering melakukan sihir di depan bangsawan, tetapi akhirnya jatuh miskin.
Dia kembali ke Inggris hanya untuk menemukan bahwa perpustakaan bukunya yang luas telah dirusak dan instrumen ilmiahnya dicuri.
Orang Inggris juga menjadi kurang toleran terhadap praktik okultismenya, sehingga sulit baginya untuk mencari nafkah. Dia meninggal dalam kemiskinan pada usia 81 tahun.
Makam John Dee tidak pernah diketahui, tetapi sebuah plakat peringatan dipasang pada 2013 di dalam gereja St. Mary the Virgin of Mortlake.
Adapun cermin obsidian, akhirnya jatuh ke tangan penulis dan politisi Inggris Horace Walpole. Relik tersebut saat ini disimpan di British Museum.
Berita Terkait
-
Rekomendasi Build Senjata dan Artefak Terbaik Fischl di Genshin Impact
-
Arkeolog Temukan Batu Romawi Kuno Berukir Alat Kelamin Lelaki
-
Salinan Deklarasi Kemerdekaan AS Ditemukan di Loteng, Dijual Seharga Rp 63,9 Miliar
-
Heboh Artefak Batu Kenong di Kabupaten Jember Dijual Online
-
Geger Warga Pandeglang Temukan Artefak Ganesha, Diduga Berumur 1.800 Tahun
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF U-19 2026 Usai Kalahkan Vietnam
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Acer Perkenalkan AI Glasses dan Kacamata AR, Hadirkan Layar Virtual 172 Inci
-
47 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Juni 2026: Borong 5 Juta Koin dan Klaim Kompensasi
-
Generasi Produktif Butuh Laptop Fleksibel, Infinix XBOOK 15 Siap Temani saat Kejar Deadline
-
49 Kode Redeem FF Terbaru 9 Juni 2026: Borong Diskon 80 Persen dan Jersey Bola Keren
-
Samsung Galaxy A37 5G Andalkan Nightography HDR Video, Tips Buat Gen Z Rekam Konten Low Light Keren
-
Cari HP di Bawah Rp3 Juta yang Bagus? Ini 4 Juara Pilihan David GadgetIn
-
4 Rekomendasi HP Midrange Baterai Jumbo, Body Tipis dan Ringan Nyaman Digenggam
-
182 Serangan Siber per Detik Menghantam Indonesia, ITSEC Asia Soroti Ancaman Digital
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 70: HP Murah dengan Memori Ekstra Lega
-
Viral Gegara 'Percaya Diri' Rilis November, Barbie Rewind Siap Tantang GTA 6?