Tekno / internet
Liberty Jemadu
Biznet mengatakan internet 5G akan saling melengkapi dengan layanan fixed broadband seperti yang ditawarkan Biznet. Foto: Ilustrasi internet 5G. (Shutterstock)

Suara.com - Vice President Marketing Biznet, Yudie Haryanto mengaku tidak khawatir dengan kehadiran internet 5G yang digelar operator seluler di Indonesia.

Menurutnya, munculnya internet 5G di Indonesia justru saling melengkapi kebutuhan internet pengguna fixed broadband.

"Saya kira internet 5G dan fixed broadband akan beriringan ke depannya," kata Yudie dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/10/2021).

Ia menilai, pengguna internet 5G ditujukan untuk pengguna yang banyak melakukan mobilitas, seperti di dalam mobil, outdoor, atau tempat di luar lainnya.

Baca Juga: PPKM Melonggar, Pengguna Internet Biznet Melonjak 30 Persen

Sedangkan fixed broadband ditujukan untuk pengguna yang tidak banyak bergerak dan diam di satu tempat, seperti rumah, kantor, ataupun apartemen.

"Jadi internet 5G yang dikembangkan teman-teman operator ini ditujukan untuk pengguna yang banyak bergerak. Kalau fixed broadband seperti kami ini untuk mereka yang biasa di dalam rumah," ujar Yudie.

"Misalnya ketika mereka pergi ke luar, pengguna akan pakai internet 5G. Kemudian ketika mereka sampai ke satu tempat, mereka akan switch ke Wifi. Jadi akan saling beriringan ke depannya," jelasnya.

Yudie semakin yakin ketika melihat data kenaikan pengguna internet rumahan Biznet yang naik 30-40 persen semenjak PPKM dilonggarkan. Ke depannya, Biznet berencana akan memperluas jaringan dan mengincar pengguna rumahan.

"Target ke depan Biznet adalah bagaimana caranya meningkatkan pengguna baru untuk sektor residensial, bukan hanya dari bisnis saja," pungkas Yudie.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-21, Biznet Jangkau Lebih Dari 130 Kota di Indonesia

Komentar