- Biznet meluncurkan proyek kabel bawah laut BNCS-2 untuk menghubungkan Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi demi pemerataan akses internet.
- Jaringan serat optik Biznet telah menjangkau lebih dari 3 juta rumah di berbagai wilayah Indonesia.
- Biznet menyediakan internet gratis bagi lebih dari 300 KK di sekitar lokasi pendaratan kabel laut sebagai bagian dari kontribusi digitalnya.
Suara.com - Biznet mengumumkan pembangunan jaringan kabel bawah laut bernama Biznet Nusantara Cable System-2 atau BNCS-2 di ulang tahun ke-25 di Indonesia.
Proyek ini adalah kelanjutan dari BNCS-1 yang diluncurkan Juni 2024 lalu. Nantinya kabel laut ini akan menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
President Director Biznet Adi Kusma menerangkan kalau proyek kabel laut ini dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan serta berupaya untuk mendukung akselerasi pemerataan akses Internet di Indonesia lewat pembangunan infrastruktur digital.
"Perjalanan seperempat abad ini bukan hanya tentang membangun jaringan, melainkan bagaimana Biznet bisa terus berkontribusi dan berinovasi dalam membangun masa depan digital di Indonesia," katanya, dikutip dari siaran pers, Kamis (2/10/2025).
Sejauh ini Biznet sudah menggelar jaringan The New Biznet Fiber sepanjang lebih dari 100.000 km dengan lebih dari 3 juta homepass atau rumah yang sudah dilalui kabel serat optik.
3 juta homepass Biznet ini mencakup dari barat hingga timur Indonesia mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Bangka, Batam, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Flores dan Timor.
Tak hanya itu, Biznet turut memberikan layanan internet gratis bagi lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK) di sekitar area Biznet MarinePOP, sebagai lokasi tempat pendaratan kabel bawah laut milik Biznet meliputi Kabupaten Jembrana, Kabupaten Serang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Banyuasin.
Adi menyebut sejak awal Biznet memiliki tujuan agar masyarakat di seluruh Indonesia bisa terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi internet.
"Karena itu, kami memberikan kesempatan bagi masyarakat di sekitar Biznet MarinePOP mendapatkan akses Internet gratis untuk lebih terhubung dengan informasi dunia dan menjadi lebih berkembang di era yang kini serba digital,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Lelang Frekuensi 1.4 GHz: Adik Prabowo hingga Telkom-MyRepublic Rebutan Internet Murah
Berita Terkait
-
Hasil Lelang Frekuensi 1.4 GHz: Adik Prabowo hingga Telkom-MyRepublic Rebutan Internet Murah
-
Internet Governance Training, Perkuat Tata Kelola Internet Indonesia
-
Pemprov Sumut Beri SPP Gratis, Internet Gratis, Pelatihan Tenaga Pengajar
-
Nonton Drakor Sampai WFH, Gaya Hidup Digital Kian Butuh Internet Kencang
-
Riset Ungkap Kecepatan Internet Indonesia Nomor 2 Paling Lelet di Asia Tenggara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan