Suara.com - Saat ini, seluruh dunia sedang melakukan upaya dekarbonisasi dan netralitas karbon. Dekarbonisasi adalah proses pengurangan emisi karbon ke atmosfer, terutama karbon.
Untuk merealisasikan hal tersebut, semikonduktor akan menjadi kunci realisasinya, khususnya semikonduktor daya (power semiconductors). Takeshi Kamebuchi dari Toshiba Electronic Devices & Storage Corporation mengatakan, semikonduktor daya berperan membantu kita dalam mencapai masa depan yang rendah karbon.
"Jika kita membandingkan semikonduktor dengan bagian tubuh, prosesor dan memori dapat dilihat sebagai otak, maka semikonduktor daya memainkan peran sebagai jantung dan otot," ujarnya.
Semikonduktor daya sama pentingnya dengan jantung dan otot, dan menangani kontrol daya di semua jenis peralatan listrik, mulai dari TV, mesin cuci, dan peralatan rumah tangga lainnya, hingga peralatan infrastruktur utama, termasuk rolling stock dan transmisi daya serta peralatan distribusi. Meningkatkan kinerja semikonduktor daya mengurangi kehilangan daya (power loss) dan secara langsung berkontribusi mengurangi konsumsi daya peralatan.
Pembuatan Semikonduktor harus Ramah Lingkungan
Pembuatan semikonduktor, apapun jenisnya, umumnya membutuhkan banyak listrik, air, bahan kimia dan gas. Namun jika pembuatannya menghabiskan banyak energi, maka dampak bersihnya terhadap konsumsi energi dan Bumi akan berkurang.
“Mengurangi beban lingkungan dari proses manufaktur adalah tanggung jawab dan prioritas tertinggi perusahaan yang memproduksi semikonduktor. Saat kita menyediakan produk hemat energi untuk pasar, maka kita juga harus menyadari dampaknya terhadap lingkungan, dan terus berupaya untuk mengendalikannya," tambah Kamebuchi.
Maret 2021, Toshiba memastikan masa depan bisnis semikonduktor dayanya dengan berinvestasi pada fasilitas produksi wafer yang berdiameter lebih besar. Semikonduktor diproduksi pada cakram silikon, yang dikenal sebagai wafer. Wafer yang lebih besar menghasilkan lebih banyak chip dan produksi lebih efisien.
Semikonduktor daya telah lama dicirikan sebagai produk volume rendah campuran tinggi, dan manufaktur telah dilakukan pada wafer 200mm, dengan produksi pada wafer 300mm disediakan untuk campuran rendah. Beberapa tahun terakhir telah terlihat tren percepatan, terutama pada produsen besar luar negeri yang menuju produksi semikonduktor daya wafer 300mm.
Di samping produksi pada diameter yang lebih besar, ada kekuatan lain yang berperan, yaitu material baru yang diharapkan memiliki dampak besar.
Baca Juga: Google Maps Akan Tawarkan Pengemudi Rute Rendah Karbon
Kebanyakan semikonduktor terbuat dari silikon, tetapi dalam beberapa aplikasi, terutama yang membutuhkan tegangan tinggi dan switching kecepatan tinggi, silikon terbentur pada batas karakteristik fisiknya.
Kemajuan yang berkelanjutan dan kinerja generasi berikutnya yang lebih baik akan membutuhkan bahan semikonduktor yang majemuk, antara lain silikon karbida (SiC) dan galium nitrida (GaN). Keduanya diharapkan mampu memberikan peningkatan dramatis pada perangkat silikon.
"Selama masyarakat menggunakan listrik, semikonduktor daya akan tetap penting, dan meningkatkan kinerjanya adalah suatu keharusan jika kita ingin mencapai kemakmuran di masa depan dan masyarakat yang berkelanjutan. Semikonduktor daya adalah fokus utama bisnis semikonduktor Toshiba. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mempercepat perluasan kapasitas produksi dan untuk mengembangkan teknologi baru, sehingga kami dapat berkontribusi untuk mewujudkan masyarakat bebas karbon," ujar Kamebuchi.
Berita Terkait
-
BMW: Desain Mobil Masa Depan Harus Lebih Berani dan Bermakna
-
Sering Terjadi, Ini 4 Proses Pendewasaan Diri dalam Menata Masa Depan
-
Lulusan Harvard Bicara Tentang Manfaat Lain Pendidikan, Bisa Bentuk Pola Pikir!
-
Arti Tahi Lalat di Bawah Alis, Masa Depan Akan Cerah
-
4 Tanda Orang yang Bakal Hidup Sukses di Masa Depan, Kamu Termasuk?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
5 HP Murah dengan Memori UFS, Anti Lemot saat Buka Banyak Aplikasi
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Babak Terakhir di Night City, CDPR Umumkan Tak Ada Lagi DLC untuk Cyberpunk 2077
-
Xiaomi Pad 8 Series: Tablet Android Pertama dengan PC-Level WPS Office untuk Kerja Profesional
-
5 Rekomendasi HP Baterai 7.000 mAh Termurah 2026, Kuat 2 Hari Tanpa Charger
-
45 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 14 Maret 2026: Raih 20 Ribu Gems dan Kilas Balik 115-117
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
-
Honor X80 GT Dirumorkan Bawa Baterai 13.080 mAh, Siap Guncang Industri Ponsel!
-
45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker