Suara.com - NASA kurang dari satu bulan lagi bersiap meluncurkan misi pembelokan asteroid pertama umat manusia, dikenal sebagai DART, kependekan dari "Double Asteroid Redirection Test."
DART adalah pesawat luar angkasa yang akan diluncurkan pada akhir November dengan tujuan membelokkan asteroid.
Pesawat itu akan menabrak asteroid secara langsung dalam upaya untuk memindahkannya ke jalur yang sedikit berbeda.
Sementara asteroid yang menjadi target tidak menimbulkan risiko berdampak pada Bumi, ini akan menjadi tes penting pertama dari jenis teknologi semacam ini.
"Misi DART adalah demonstrasi kemampuan untuk menanggapi potensi ancaman dampak asteroid, jika pernah ditemukan," tulis tim di belakang DART dalam ringkasan misi.
Menjelang penerbangannya, DART tiba pada 2 Oktober di pemberhentian terakhirnya di Bumi: Vandenberg Space Force Base di California.
DART akan diluncurkan di atas roket SpaceX Falcon 9 pada 02:20 ET (0620 GMT) pada 23 November dari Space Launch Complex 4 East (SLC-4E) Vandenberg.
DART meninggalkan rumah sebelumnya di Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins (APL) di Maryland dan, diikat ke tempat tidur truk semi-trailer, berjalan melintasi negeri.
"Meskipun hanya beberapa hari perjalanan, ini merupakan perjalanan yang akan datang," kata Elena Adams, insinyur sistem misi DART dari APL.
Baca Juga: Asteroid Lebih Besar dari Piramida Giza Lintasi Bumi Oktober dan November
Setelah tiba di California, DART telah melalui tes dan pemeriksaan pra-peluncuran akhir serta pengisian bahan bakar untuk penerbangan, menurut pernyataan itu.
Misi pembelokan asteroid akan menargetkan sistem asteroid biner yang dikenal sebagai Didymos (yang berarti "kembar" dalam bahasa Yunani).
Sistem ini mencakup dua asteroid: Didymos dengan lebar 2.559 kaki (780 meter) dan Dimorphos, yang memiliki diameter 525 kaki (160 m).
Dimorphos mengorbit Didymos sebagai asteroid "bulan kecil" dalam sistem, sebagaimana melansir laman Space, Kamis (28/10/2021).
DART akan menghantam Dimorphos hampir secara langsung, yang akan mendorong asteroid yang lebih kecil lebih dekat ke Didymos, memperpendek orbitnya beberapa menit, menurut pernyataan itu.
"Kami menghabiskan satu setengah tahun terakhir menguji DART di lapangan, berlatih untuk bagian yang paling dinanti: penerbangannya ke Dimorphos," tambah Adams.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap! 2 Asteroid Langka Dekat Bumi, Mengandung Logam Mulia Senilai Rp 166.007 Triliun
-
Tersandung Kasus, NASA Tidak Akan Ubah Nama Teleskop Penerus Hubble
-
Elon Musk Nyinyir soal Gugatan Blue Origin
-
Misi Mars Terhenti dan Komunikasi Padam 2 Minggu, Ini Penyebabnya
-
Mengapa Ada Banyak Satelit, Apa Saja Fungsinya?
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam