Suara.com - Pelaku kejahatan siber selalu berusaha mengambil data pribadi milik pengguna, dalam suatu akun dengan berbagai cara.
Lemahnya akun bisa disebabkan oleh kata sandi yang tidak aman.
Google melakukan survei yang dilaksanakan agensi riset pasar YouGov pada September 2021.
Diketahui, banyak pengguna masih berbagi kata sandi kepada teman dan keluarga, tidak memperbarui kata sandi secara berkala, dan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak.
Dalam acara virtual bersama Google pada Rabu (3/11/2021), Amanda Chan selaku Product Marketing Manager Google Indonesia, membagikan empat tips yang bisa dilakukan pengguna agar terhindari dari kejahatan siber:
1. Gunakan kata sandi yang aman
Keamanan suatu akun sangat bergantung pada seberapa kuat atau lemah kata sandi yang digunakan. Pengguna harus menggunakan kata sandi yang kuat dan aman.
Umumnya, kata sandi yang kuat terdiri dari kombinasi huruf, simbol, dan angka.
Jangan pernah gunakan kata sandi yang mudah ditebak, misalnya ulang tahun pengguna.
Baca Juga: Duh! 89 Persen Kata Sandi Orang Indonesia Masih Lemah
2. Gunakan Password Manager dan Password Checkup
Password Manager milik Google dapat mengelola kata sandi pada perangkat yang digunakan pengguna.
Pengguna dapat menyimpan kata sandi di Akun Google, baik Android atau Chrome.
Password Manager akan mengelola penawaran untuk menyimpan kata sandi dan mengelola login otomatis.
Sementara Password Checkup diklaim oleh Google telah digunakan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia dan terbukti berhasil mengurangi kebocoran kredensial akun sebesar 30 persen.
Password Checkup memungkinkan pengguna memeriksa apakah data milik mereka aman atau ada yang mencurinya.
Berita Terkait
-
Ngeri! Studi : 60 Persen UKM Indonesia Jadi Korban Pencurian Informasi Kejahatan Siber
-
Survei: Ini yang Jadi Momok Pengguna sebelum Beralih ke Pembayaran Digital
-
Pesatnya Perkembangan Cloud, Google Cloud Skills Boost Resmi Diluncurkan
-
Waspadai BloodyStealer, Malware Perusak dan Pencuri Data Akun Game Online
-
Google Bantah Ada Video Iklan Dewasa di YouTube Kids
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Pulau Palue NTT
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Enam Saksi Pihak Swasta Diperiksa Terkait Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
-
Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Mendagri Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Pulau Palue
-
Ancaman Delisting WSKT Memang Jadi Risiko Restrukturisasi
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi