3. Hujan meteor Taurid Utara
Hujan meteor Taurid Utara telah aktif sejak 20 Oktober dan terus berlangsung hingga 10 Desember.
Namun, hujan meteor ini akan mencapai puncaknya pada 12 November.
Selama periode tersebut, pengamat memiliki peluang melihat meteor Taurid Utara di konstelasi Taurus.
Pada puncaknya, pengamat mulai dapat melihat hujan meteor sekitar pukul 18:28 WIB, ketika titik pancarannnya naik di atas ufuk timur dan akan tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05:03 WIB.
Pancuran tersebut kemungkinan akan menghasilkan tampilan terbaiknya pada sekitar pukul 00:00 WIB, saat titik pancarannya paling tinggi di langit.
Diperkirakan pengamat bisa mengamati sekitar lima meteor per jam.
Namun, intensitas pancaran ini berlaku jika langit lokasi pengamatan sangat gelap dan bebas dari polusi cahaya.
Hujan meteor Leonid akan aktif mulai 6-30 November 2021. Namun, hujan meteor ini akan menghasilkan tingkat puncak meteor pada 17 November mendatang.
Baca Juga: Minggu Ini Puncak Hujan Meteor Orionid, tapi Bisa Mengecewakan
Sesuai namanya, pengamat bisa melihat pancaran meteor Leonid dari konstelasi Leo.
Pengamat dapat mulai mengamati hujan meteor pada sekitar pukul 00:24 WIB, ketika titik pancarannya naik di atas ufuk timur.
Kemudian akan tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05:04 WIB.
Titik pancaran memuncak setelah fajar, sekitar pukul 06:00 WIB, sehingga hujan meteor kemungkinan akan menghasilkan tampilan terbaiknya sesaat sebelum fajar, ketika titik pancarannya paling tinggi.
Diprediksi pengamat dapat melihat sekitar 12-15 meteor per jam jika melakukan pengamatan di lokasi yang sangat gelap dan bebas polusi cahaya.
Gerhana Bulan parsial akan terjadi pada 19 November 2021 dan Indonesia akan menjadi salah satu wilayah yang dapat mengamati fenomena tersebut.
Saat gerhana Bulan parsial terjadi, hanya sebagian wajah Bulan yang tertutupi bayangan Bumi, sehingga tidak akan muncul warna kemerahan. Sebaliknya, Bulan akan tampak seperti tergigit.
Meski begitu, diprediksi gerhana Bulan parsial ini akan menutupi sekitar 97 persen dari permukaan Bulan.
Gerhana Bulan parsial akan dapat diamati mulai sekitar pukul 13:03 WIB (15.02 WIT/14.02 WITA). Sayangnya, hari masih siang di Indonesia sehingga pengamat tidak dapat mengamatinya.
Namun, puncak Gerhana Bulan parsial akan terjadi pada 16.02 WIB (18.02 WIT/17.02 WITA).
Pada saat ini, pengamat yang tinggal di Indonesia bagian timur dapat mulai melihat Gerhana Bulan parsial.
Gerhana Bulan parsial akan berakhir sekitar pukul 17.47 WIB (19.47 WIT/18.47 WITA), di mana pengamat yang tinggal di Indonesia bagian tengah bisa melihat Bulan rendah di langit timur.
Gerhana akan benar-benar berakhir sekitar pukul 18.03 WIB (21.03 WIT/19.03 WITA).
Secara keseluruhan, gerhana Bulan parsial akan terjadi selama 6 jam 2 menit.
Selain di Indonesia, gerhana Bulan parsial ini juga dapat diamati di Oseania, Amerika, Asia Timur, dan Eropa Utara.
Tag
Berita Terkait
-
Jangan Terlewat, Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Orionid
-
Jangan Terlewat! Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Perseid Besok
-
Hujan Meteor Perseid Bisa Dinikmati 12 - 13 Agustus di Indonesia
-
Masuk Agustus 2021, Ada Dua Kali Hujan Meteor dan Bulan Purnama Sturgeon
-
Puncak Hujan Meteor Diperkirakan Terjadi Hari Ini, Begini Cara Melihat
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
-
Fosil Tyrannosaurus Rex Gus Jadi Rebutan Miliarder dan Ilmuwan, Harganya Tembus Jutaan Dolar AS
-
5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
-
ASUS Resmi Rilis Kontroler ROG Raikiri II Pro PC untuk Gamer Kompetitif
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa