Suara.com - Huawei Indonesia kembali menyelenggarakan program Seeds for the Future 2021, mulai 8-15 November untuk menjaring talenta terkemuka dari berbagai universitas di Indonesia.
Huawei Seeds for the Future 2021 diselenggarakan secara daring. Selain menyiapkan talenta digital, ini juga membuka kesempatan ke peserta untuk berjejaring secara internasional.
Yenty Joman selaku Director of Government Affairs Huawei Indonesia mengatakan, pekerjaan masa depan akan sangat mengandalkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan artifisial, 5G, komputasi awan dan IoT.
"Program Seeds for the Future 2021 ini selain bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai berbagai berbagai teknologi mutakhir beserta solusi dan inovasinya, juga akan membuka wawasan mengenai kebutuhan pekerjaan di masa depan, terutama di Indonesia," ujar Yenty dalam rilis yang diterima, Rabu (10/11/2021).
Dia menambahkan, program juga akan mengkoneksikan peserta ke jejaring global hampir 9.000 alumni program dari 500 universitas unggulan yang tersebar di 130 negara.
Yenty menjelaskan, pengembangan talenta digital Indonesia melalui program Seeds for the Future 2021 ini menjadi bagian dari salah satu pilar komitmen Huawei Indonesia dalam ‘I Do Contribute'.
Ini bertujuan untuk mencetak 100.000 talenta digital Indonesia dalam kurun lima tahun sebagai fondasi kokoh bagi ekosistem digital Indonesia di masa depan.
Selama delapan hari, peserta akan difasilitasi untuk saling berbagi ide dan berkolaborasi dalam berbagai kelompok kerja bertajuk proyek Tech4Good.
Ini akan menantang peserta untuk menggunakan teknologi dalam rangka menjawab berbagai isu mendesak di bidang sosial dan lingkungan.
Baca Juga: Huawei ICT Competition Lahirkan SDM Digital Indonesia Berdaya Saing Global
Proyek ini turut mendorong peserta untuk meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha sosial, memecahkan masalah melalui berbagai usulan konkret proyek-proyek dengan solusi teknologi yang bernilai dan berdampak sosial bagi masyarakat.
"Huawei berharap terus dapat berkontribusi mendukung upaya Indonesia dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi melalui sumbangsih berupa berbagai solusi teknologi bagi komunitas maupun penguatan bagi ekosistem digital," jelas Yenty.
Berita Terkait
-
XL Axiata - Huawei Bangun Jaringan 4G di Area Terpencil
-
Huawei-Kemendikbudristek Gelar Pelatihan Instalasi Perangkat Wireless untuk Guru SMK
-
Gandeng Developer Indonesia, Huawei Kembangkan Aplikasi di HarmonyOS 2.0
-
Program Studi Independen Bersertifikat Microsoft Siapkan Ribuan Talenta Digital
-
Hari Pertama Dijual di Indonesia, Tablet Huawei MatePad 11 Laku 2.000 Unit
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
Pengelolaan Berantakan, Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun Terakhir
-
Iran Jadi Negara Pertama Ucapkan HUT RI ke-81: Semoga Allah SWT Limpahkan Kebahagiaan
-
Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren
-
Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan
-
6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem
-
Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin
-
Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!
-
Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah