Suara.com - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kantor Staf Presiden, dan Huawei Indonesia menggelar pelatihan instalasi perangkat nirkabel (wireless) dan microwave untuk Guru SMK.
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute, Jakarta, selama enam hari. Adapun total peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah 140 guru SMK.
Huawei ASEAN Academy Engineering Institute Jakarta sendiri memiliki lebih dari 100 pelatih, 3.000 kursus pelatihan, dan 100 mirroring environment.
Tempat ini turut dilengkapi laboratorium, ruangan kelas, tempat pelatihan, serta fasilitas-fasilitas lain seperti tempat untuk belajar instalasi perangkat dan pekerjaan lapangan.
“Melalui program ini, para guru SMK dapat memperoleh pelatihan langsung dari para ahlinya dari Huawei," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dalam rilis yang diterima, Rabu (22/9/2021).
Moeldoko berharap program pelatihan ini dapat mempercepat target pemerintah untuk mencetak 9 juta SDM Digital di Indonesia pada 2030, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas pada 2045.
CEO Huawei Indonesia, Jacky Chen mengatakan, program Training of Trainers ini merupakan bagian dari program Huawei yang fokus pada pengembangan kompetensi SDM Digital Indonesia.
"Kami optimistis, program pelatihan ini akan mengakselerasi misi kami turut berkontribusi dalam mencetak 100 ribu SDM Digital berkompeten dalam kurun waktu lima tahun," kata Chen.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menyampaikan, pendidikan vokasi merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional.
Baca Juga: Imbas PTM Terbatas: Sudah Ada 1.296 Klaster Sekolah, 11.615 Siswa Positif Covid-19
Melalui pelatihan ini, tambahnya, mereka akan dibekali dengan beragam pengetahuan tentang teknologi terbaru, studi kasus dari Huawei yang membantu dunia pendidikan memahami kebutuhan industri, serta meningkatkan kompetensi sekolah vokasi beserta para peserta didik.
"Sinergi dunia pendidikan dengan industri diharapkan dapat mengakselerasi kualitas sumber daya manusia nasional dan sekaligus meningkatkan daya saing industri," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ultra Voucher & Politeknik LP3I Dukung 'Pernikahan Massal' yang Digagas Kemendikbudristek
-
Pesan Khusus Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia buat Nadiem Makarim
-
Gandeng Developer Indonesia, Huawei Kembangkan Aplikasi di HarmonyOS 2.0
-
Muhaimin Iskandar: Seluruh Anak Bangsa Harus Dapat Hak Pendidikan Sejak Dini
-
Mendikbudristek Nadiem Cabut Dana BOS untuk Sekolah, Gus Muhaimin: Batalkan!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum