Tekno / tekno
Liberty Jemadu
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga. (Dok: Kemendag)

Suara.com - Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi sistem logistik yang telah dimandatkan diatur oleh pemerintah sesuai UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, antara lain dalam rangka mendukung melesatnya kinerja e-commerce nasional.

"Guna menjaga pertumbuhan e-commerce, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus berupaya meningkatkan efisiensi sistem logistik di Indonesia," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam webinar Solusi Layanan Logistik untuk e-Commerce di Daerah di Jakarta, Senin (29/11/2021).

Wamendag mengingatkan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebanyak 30,81 miliar dolar AS per Januari-Oktober 2021, yang merupakan rekor kenaikan tertinggi dari Indonesia dalam 10 tahun terakhir.

Satu faktor neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus karena perkembangan ekonomi digital dan e-commerce di Indonesia.

Baca Juga: Tren Belanja Online Meningkat, Pengunjung Tokopedia Tembus 158 Juta Setiap Bulan

Menurut Jerry, nilai e-commerce Indonesia meningkat cepat, dengan perkiraan pertumbuhan tahunan 2021 mencapai Rp337 triliun.

"Semua kaitannya erat dengan fenomena digital yang kita alami dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam aktivitas dan juga rutinitas, juga dalam program-program baik juga yang dilakukan oleh pemerintah dan juga oleh pelaku atau stakeholder (pemangku kepentingan)," katanya.

Jerry menjelaskan, Kemendag mendukung kinerja logistik nasional Indonesia sesuai regulasi yang telah ditetapkan. Antara lain, UU No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang memandatkan pemerintah mengatur kegiatan perdagangan antar pulau untuk integrasi pasar dalam negeri, serta juga Permendag Nomor 92 Tahun 2020 tentang Perdagangan Antar Pulau.

"Jadi yang namanya distribusi, logistik dan pemerataan adalah bagian dari sebuah proses yang dilakukan saya pikir tidak hanya di Kementerian Perdagangan, tapi dari lintas K/L, pemerintah kabupaten provinsi, dan juga kotamadya, untuk sama-sama membuat ekosistem yang sehat, yang didasari oleh pembangunan infrastruktur," ucap Jerry.

Pembicara lainnya, pelaku usaha di bidang logistik adalah pendiri Shipper (pengelola 300 gudang di 35 kota) Budi Handoko menegaskan, adanya sarana logistik yang memadai seperti sekarang tentu dapat membantu mengefisienkan biaya logistik nasional.

Baca Juga: Sejarah Harbolnas 12.12, Banjir Promo dan Diskon Setiap 12 Desember

Menurut Budi Handoko, permasalahan paling besar yang ada di Indonesia terkait dengan pengiriman barang adalah ongkos kirim yang mahal adalah akibat tidak adanya infrastruktur memadai.

Komentar