Suara.com - Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan puluhan purwarupa mulai dari alat kesehatan (alkes), deteksi kesehatan hingga kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia pada periode 2022-2024.
"Untuk 2022 Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik mengelola anggaran Rp 32 miliar untuk empat rumah program yaitu alat dan deteksi kesehatan, teknologi tepat guna, kendaraan listrik, dan material maju," kata Pelaksana tugas Kepala OR IPT BRIN Agus Haryono dalam Seminar Virtual (Webinar) Riset BRIN berseri di Jakarta, Senin (13/12/2021).
Agus menuturkan anggaran riset untuk rumah program alat dan deteksi kesehatan sebesar Rp 5 miliar dengan target utama 10 purwarupa, dan rumah program teknologi kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia mendapat pagu anggaran sebesar Rp 19 miliar dengan target utama 10 purwarupa.
Kemudian, rumah program teknologi tepat guna dengan anggaran Rp 4 miliar dan target utama 30 purwarupa, dan rumah program material maju dengan anggaran Rp 4 miliar dan target utama 20 purwarupa.
Agus menuturkan rumah program kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia bertujuan untuk menciptakan bus listrik dengan ukuran kendaraan sedang.
Saat ini OR IPT berfokus pada kendaraan listrik otonom dan pengembangan baterai untuk kendaraan listrik yang berlisensi Indonesia.
Ia berharap semua pihak termasuk periset di BRIN dan di seluruh Indonesia berpartisipasi untuk menciptakan kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia dan berkontribusi di tiga rumah program lain.
"Kita bersama-sama tidak hanya periset dari BRIN tapi periset dari seluruh Indonesia yang bergerak di teknologi kendaraan listrik diharapkan untuk ikut berpartisipasi bersama-sama menyongsong net zero emission di tahun 2060 seperti arahan dari Presiden Joko Widodo," tuturnya.
Demikian juga untuk rumah program teknologi tepat guna yang diharapkan tidak hanya fokus untuk sektor pertanian dan pangan tapi juga untuk berbagai sektor yang membutuhkan teknologi tepat guna seperti sektor energi dan mineral dan sektor transportasi.
Baca Juga: Transisi Menuju Mobil Listrik Ancam Ratusan Ribu Lapangan Pekerjaan
Agus juga berharap para peneliti Indonesia banyak menghasilkan kekayaan intelektual terkait pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia berbasis teknologi lokal.
Ia mengatakan bahan alam di Indonesia yang melimpah perlu mendapat sentuhan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah yang tinggi sehingga berdampak bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Agus juga mendorong para periset untuk berkreasi dan berkarya lebih lagi dalam menghasilkan produk alat dan deteksi kesehatan terutama untuk penanganan kesehatan di masa pandemi COVID-19.
Selain itu, diharapkan agar alat-alat kesehatan yang selama ini digunakan oleh fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air dapat diganti dengan produk-produk buatan anak bangsa dan produksi dalam negeri. [Antara]
Berita Terkait
-
Sinyal Bahaya dari China Saat Pasar Otomotif Mulai Masuki Tahap Jenuh
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Menkeu Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Calon Pembeli Dipaksa Sabar Sebulan
-
Purbaya Mendadak Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Batal Berlaku Juni 2026
-
Dominasi AION UT Bayangi Kompetitor Segmen Hatchback Listrik Tanah Air
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Blue Moon Akan Muncul pada 31 Mei 2026, Apa Itu dan Mengapa Disebut Langka?
-
HP Terbaru Juni 2026: Motorola Edge 70 Pro+ dan Redmi Turbo 5 Siap Meluncur, Ini Bocoran Speknya
-
Vivo S60 Debut dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 7.200 mAh, Rebrand Vivo V80?
-
Game James Bond '007 First Light' Laris Jadi Penjualan IO Tercepat, Laku 1,5 Juta Kopi
-
Lenovo LOQ Monitor Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp1 Jutaan dengan Refresh Rate 200Hz
-
Ajang Ini Jadi Surga Pecinta Gadget, Pengunjung Bisa Jajal HP dan Laptop Terbaru
-
Xiaomi 17T Series Punya Leica 5x Telephoto, Andalan Bikin Konten Konser hingga Traveling Estetik
-
Xiaomi Kenalkan Mesin Cuci Pintar dengan Layar Sentuh, Bisa Terhubung Aplikasi
-
7 Kelebihan dan Kekurangan iQOO Z11, HP Midrange Baterai 9020 mAh dengan Layar 144 Hz
-
Komidigi Minta Semua Pengguna Ponsel Registrasi Ulang Kartu SIM Pakai Data Biometrik