Suara.com - NASA meluncurkan klip audio 50 detik dari flyby Ganymede Juno di pertemuan musim gugur American Geophysical Union (AGU) pada Jumat (27/12/2021).
Dihasilkan dari data yang diambil pada 7 Juni selama pendekatan terdekat pesawat ruang angkasa itu ke Ganymede.
Suara itu mirip dengan robot atau modem dial-up dan menjadi penemuan terbaru menarik dari eksplorasi misi Juno selama bertahun-tahun.
Audio berasal dari data yang dikumpulkan menggunakan instrumen Juno's Waves, yang dirancang untuk mengukur gelombang radio dan plasma yang terdeteksi di magnetosfer Jupiter, gelembung partikel bermuatan yang menyelimuti raksasa gas tersebut.
Dilansir laman The Verge, Senin (27/12/2021), Ganymede adalah bulan terbesar Jupiter dan satu-satunya bulan di Tata Surya yang memiliki magnetosfernya sendiri.
Data emisi yang dikumpulkan dari Ganymede dialihkan ke rentang audio untuk membuat rekaman, menurut badan tersebut.
“Soundtrack ini cukup menarik untuk membuat Anda merasa seolah-olah sedang berkendara saat Juno berlayar melewati Ganymede untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade,” kata peneliti utama Juno, Scott Bolden dari Southwest Research Institute di San Antonio.
Beberapa hari sebelum audio diambil, NASA mengumumkan bahwa pesawat ruang angkasa Juno akan berada dalam jarak 645 mil dari permukaan Ganymede, yang paling dekat dengannya.
Flyby memberikan kesempatan unik untuk mempelajari bulan, yang belum pernah dilihat pesawat ruang angkasa mendekatinya sedekat ini sejak wahana Galileo NASA berlayar melewatinya pada 2000.
Baca Juga: Fenomena Astronomis selama 8 hingga 13 November 2021, Ada Puncak Hujan Meteor Andromedid
Para ilmuwan terus mempelajari data Gelombang yang dikumpulkan selama terbang lintas Juno dan mencoba memecahkan kode perubahan frekuensi yang ada dalam rekaman.
Selain trek audio, pembicara lain di AGU memberikan pembaruan tentang temuan terbaru mereka dari misi Juno, termasuk eksplorasi lebih lanjut dari magnetosfer Jupiter.
Menurut temuan baru yang dikumpulkan dari anomali magnetik di dekat khatulistiwa Jupiter yang dikenal sebagai Bintik Biru Besar, Jupiter telah mengalami perubahan medan magnetnya selama lima tahun terakhir.
Bintik Biru Besar perlahan-lahan melayang ke arah timur dengan kecepatan sekitar 2 inci per detik, membutuhkan waktu 350 tahun untuk mengelilingi planet ini.
Bintik Merah Besar yang lebih dikenal, antisiklon dahsyat di selatan khatulistiwa, melayang ke arah berlawanan dengan kecepatan yang lebih cepat, mengelilingi planet ini setiap empat setengah tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist
-
350 Kg Sampah Elektronik Dikumpulkan, LG Gaungkan Gerakan Daur Ulang E-Waste di Indonesia
-
Menanti THR MLBB 2026: Ini Hadiah dan Potensi Skin Gratisnya
-
Samsung Galaxy Buds4 Pro Resmi, Ini Harga dan Spesifikasi Earbuds ANC 24-bit di Indonesia
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026
-
Trailer Anyar Film Mortal Combat 2 Beredar, Johnny Cage Bergabung ke Pertarungan
-
3 HP Motorola dapat Update Android 17 Beta: Ada Lini HP Murah, Hadirkan Fitur Baru
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia, Spesifikasi Lengkap dan Fitur Galaxy AI Terbaru 2026
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak