Suara.com - Intel mengatakan akan menghabiskan setidaknya 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 28,69 triliun untuk membangun dua pabrik chip komputer.
Berlokasi di Ohio, pabrik ini diklaim akan menjadi lokasi manufaktur silikon terbesar di planet ini.
Dua pabrik ini diperkirakan akan mempekerjakan 3.000 orang dan menempati lahan seluas 1.000 hektar.
Rencana awal diperkirakan datang ketika perusahaan teknologi AS berjuang memangkas ketergantungan mereka, pada manufaktur luar negeri di tengah kekurangan parah dalam semikonduktor.
Fasilitas kembar dijadwalkan akan dibangun di New Albany, sebuah kota dengan 11.000 penduduk di luar ibukota negara bagian Columbus.
Menurut Intel, diharapkan dapat menciptakan sekitar 7.000 pekerjaan konstruksi yang akan menguntungkan bisnis lokal di Franklin dan Licking County.
“Investasi hari ini menandai cara penting lain Intel memimpin upaya untuk memulihkan kepemimpinan manufaktur semikonduktor AS,” kata CEO Intel Pat Gelsinger dilansir laman New York Post, Selasa (25/1/2022).
Intel juga berjanji menginvestasikan sekitar 100 juta dolar AS atau senilai Rp 1,43 triliun selama 10 tahun ke depan, untuk bermitra dengan perguruan tinggi dan universitas Ohio dalam pengnembangan kurikulum yang akan berfokus pada semikonduktor.
Komitmen 20 miliar dolar AS adalah investasi sektor swasta terbesar dalam sejarah Ohio.
Baca Juga: Elon Musk Buka Lowongan, Anda Berminat? Ini Syaratnya
Midwestern Amerika Serikat, yang pernah menjadi pusat manufaktur, telah mengalami penurunan selama setengah abad terakhir.
Pasalnya, perusahaan-perusahaan pindah ke Sun Belt atau mengalihkan operasi mereka ke luar negeri.
Pemerintah asing telah memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun pabrik di tempat-tempat seperti Taiwan, Korea Selatan, atau Singapura.
Pangsa chip yang dibuat di AS turun dari 37 persen pada 1990 menjadi hanya 12 persen hari ini.
“Tindakan Intel akan membantu membangun rantai pasokan yang lebih tangguh dan memastikan akses yang andal ke semikonduktor canggih untuk tahun-tahun mendatang," kata Gelsinger dalam sebuah pernyataan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc
-
2 Tablet Oppo Terbaru Segera Rilis, Fitur Mewah dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
RedMagic 11s Pro Lolos Sertifikasi, Calon HP Gaming Gahar dengan Chipset Kencang
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
Link dan Cara Daftar Koperasi Merah Putih: Begini Langkah Pendaftaran Online
-
Xiaomi Smart Steam Air Fryer 7L Siap Rilis, Kontrol Memasak Canggih lewat HyperOS
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini