Suara.com - Anggota DPR dari Partai Nasdem, Willy Aditya mengatakan pihaknya mendukung agar otoritas pelindungan data pribadi harus berupa lembaga independen, bukan berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika seperti yang dikehendaki pemerintah.
Willy, yang juga Wakil Ketua Badan Legislasi DPR, mengatakan pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi kini terkendala pada masalah otoritas pelindungan data pribadi ini. DPR ingin lembaga ini independen berkebalikan dengan kemauan pemerintah.
Ia memandang otoritas pengawas perlindungan data pribadi yang independen penting untuk menjaga stabilitas badan, khususnya ketika terjadi pergantian pemimpin. Selain itu, dengan badan yang independen, warga negara tidak akan terancam oleh abuse of power of corporate.
Dengan demikian, Willy meminta dukungan kepada masyarakat sipil untuk memperjuangkan RUU PDP agar memiliki otoritas perlindungan data pribadi yang independen.
“Tinggal satu pasal itu saja, yang lain sudah kelar,” kata Willy seperti dilansir dari Antara.
Sebelumnya dalam rapat kerja di Komisi I DPR pada Selasa (22/3/2022) pekan ini, Menteri Kominfo, Johnny G Plate mengatakan pihaknya sangat bersemangat untuk merampungkan RUU PDP. Plate, yang juga politikus Nasdem, mengatakan pihaknya masih menunggu jadwal pertemuan dengan Panitia Kerja DPR RUU PDP.
"Semangat saya menggebu-gebu untuk menyelesaikan RUU PDP menjadi UU PDP kalau bisa kemarin sudah selesai. Kalau bisa kemarin. Kalau hari ini pun dengan senang hati saya, apalagi besok," kata Plate di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
"Tetapi saya terikat dengan aturan perundang-undangan aturan peraturan perundang-undangan saat ini ada di Komisi I di Panja karena kita sudah membentuk Panja. Tentu kami menunggu kapan jadwal kapan Panja untuk kita lanjutkan rapatnya," sambung Plate.
Kominfo menargetkan RUU PDP rampung dibahas pada tahun ini, setelah gagal dirampungkan pada 2020 dan 2021.
Baca Juga: Revisi UU ITE Akan Dibahas Setelah RUU PDP Rampung
Berita Terkait
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Fasilitasi Perantau, Sejumlah Anggota DPR RI Gelar Program Mudik Gratis 2026
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
-
Peter Gontha: Reputasi Polri Buah Simalakama Persepsi Publik
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Google Klaim Android Lebih Cepat dari iPhone untuk Browsing, Ini Bukti Benchmark Terbarunya
-
Oppo A6s Jadi Solusi Lowbat Anxiety setelah Lebaran, Baterai 7000mAh dan Fast Charging 80W Andalan
-
Daftar Harga HP vivo Terbaru 2026 Semua Seri dari Entry Level hingga Flagship
-
5 Rekomendasi HP Infinix Murah Rp 1 Jutaan Spek Nggak Murahan
-
3 Perangkat Vivo Siap Debut Akhir Maret 2026: Ada HP Flagship Kamera dan Tablet Anyar
-
Trafik Data Naik 20 Persen Saat Lebaran 2026, Indosat Andalkan AI untuk Pantau Jaringan Real-Time
-
4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
-
Dari Alicia Keys Hingga God of War: Ini Teknologi Audio Immersive yang Digunakan Para Maestro
-
Tips Libur Lebaran 2026 Makin Seru: Andalkan Redmi Note 15 Series, Anti Gagal Bikin Konten!
-
Vivo Y21 5G dan Y11 5G Resmi Meluncur, Baterai 6500mAh Tahan 5 Tahun dan Layar 120Hz Jadi Andalan