- Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah isu rencana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem.
- Partai NasDem menegaskan bahwa gagasan yang diusung Surya Paloh adalah pembentukan blok politik, bukan peleburan organisasi partai.
- Kedua partai menyatakan tidak pernah ada pembicaraan formal mengenai merger pasca pertemuan Prabowo dan Surya Paloh di Hambalang.
Suara.com - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menepis isu yang beredar mengenai rencana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dengan Partai NasDem.
Dasco menegaskan, bahwa informasi tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak pernah dibahas di internal partai.
Ia mengaku pihak Gerindra sempat merasa heran saat pertama kali mendengar desas-desus tersebut. Menurutnya, tidak ada sumber yang jelas mengenai asal-usul munculnya kabar merger kedua partai besar tersebut.
"Ya, seperti yang disampaikan oleh NasDem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu. Kita juga, apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana," ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan bahwa Partai NasDem sendiri telah memberikan klarifikasi terlebih dahulu untuk membantah isu tersebut.
Mengingat NasDem adalah pihak yang menjadi subjek dalam kabar burung ini, Gerindra merasa penjelasan tersebut sudah memadai.
"Tapi karena NasDem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya NasDem, ya kita pikir sudah cukup," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi mengenai isu penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra.
Willy menegaskan, bahwa penggunaan istilah "merger" dalam konteks partai politik adalah sebuah kesalahan fatal dan menunjukkan kedangkalan literatur politik.
Baca Juga: Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
Menurutnya, gagasan yang dibawa oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh bukanlah tentang peleburan organisasi secara korporasi, melainkan pembentukan sebuah Political Block (Blok Politik).
“Gini, teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya bercanda itu harus teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang yang concern terhadap situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik? Itu Political Block. Ini orang yang membahas ini miskin, saya katakan, miskin literatur politiknya. Maka dia pakai istilah merger,” ujar Willy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).
Willy menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan organisasi politik.
Ia meminta semua pihak untuk menggunakan istilah yang tepat agar tidak menimbulkan penyesatan informasi di tengah masyarakat.
Isu peleburan ini sebelumnya menjadi perbincangan setelah laporan utama Majalah Tempo mengeklaim adanya usulan penggabungan kedua partai besar tersebut usai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Surya Paloh di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026 lalu.
Berita Terkait
-
RUU PPRT Disahkan Hari Ini, Dasco: Kado Hari Kartini, PRT Berhak Dapat BPJS
-
Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
4 Laporan Dasco ke Prabowo Usai Presiden Lakukan Diplomasi ke Prancis dan Rusia
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon
-
Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Singapura Beri Jalan, KPK Targetkan Ekstradisi Paulus Tannos Rampung Cepat
-
Bantah Sembunyi, Silmy Karim Ngaku Cuma Jalani Agenda Biasa Saat Jadi Buruan KPK