News / Nasional
Selasa, 21 April 2026 | 13:55 WIB
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagas)
Baca 10 detik
  • Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah isu rencana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem.
  • Partai NasDem menegaskan bahwa gagasan yang diusung Surya Paloh adalah pembentukan blok politik, bukan peleburan organisasi partai.
  • Kedua partai menyatakan tidak pernah ada pembicaraan formal mengenai merger pasca pertemuan Prabowo dan Surya Paloh di Hambalang.

Suara.com - Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menepis isu yang beredar mengenai rencana penggabungan atau merger antara Partai Gerindra dengan Partai NasDem.

Dasco menegaskan, bahwa informasi tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak pernah dibahas di internal partai.

Ia mengaku pihak Gerindra sempat merasa heran saat pertama kali mendengar desas-desus tersebut. Menurutnya, tidak ada sumber yang jelas mengenai asal-usul munculnya kabar merger kedua partai besar tersebut.

"Ya, seperti yang disampaikan oleh NasDem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu. Kita juga, apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana," ujar Dasco di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (21/4/2026).

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan bahwa Partai NasDem sendiri telah memberikan klarifikasi terlebih dahulu untuk membantah isu tersebut.

Mengingat NasDem adalah pihak yang menjadi subjek dalam kabar burung ini, Gerindra merasa penjelasan tersebut sudah memadai.

"Tapi karena NasDem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya NasDem, ya kita pikir sudah cukup," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi mengenai isu penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra.

Willy menegaskan, bahwa penggunaan istilah "merger" dalam konteks partai politik adalah sebuah kesalahan fatal dan menunjukkan kedangkalan literatur politik.

Baca Juga: Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Menurutnya, gagasan yang dibawa oleh Ketua Umum NasDem Surya Paloh bukanlah tentang peleburan organisasi secara korporasi, melainkan pembentukan sebuah Political Block (Blok Politik).

“Gini, teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya bercanda itu harus teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang yang concern terhadap situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik? Itu Political Block. Ini orang yang membahas ini miskin, saya katakan, miskin literatur politiknya. Maka dia pakai istilah merger,” ujar Willy di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (14/4/2026).

Willy menjelaskan, bahwa terdapat perbedaan mendasar antara organisasi bisnis dan organisasi politik.

Ia meminta semua pihak untuk menggunakan istilah yang tepat agar tidak menimbulkan penyesatan informasi di tengah masyarakat.

Isu peleburan ini sebelumnya menjadi perbincangan setelah laporan utama Majalah Tempo mengeklaim adanya usulan penggabungan kedua partai besar tersebut usai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Surya Paloh di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026 lalu.

Load More