Suara.com - Pemerintah Ukraina menjadikan kronologi invasi Rusia sebagai aset digital berupa non-fungible token (NFT).
Dana penjualan itu bakal diperuntukkan ke tentara maupun warga sipil Ukraina.
"Jika Rusia menggunakan tank untuk menghancurkan Ukraina, maka kami mengandalkan teknologi blockchain yang revolusioner," kata Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, dikutip dari The Verge, Minggu (27/3/2022).
Aset NFT itu dijual dalam koleksi berjudul 'Meta History: Museum of War'.
NFT ini berisi terkait cuplikan berita yang menceritakan setiap peristiwa dalam perang maupun ilustrasi.
Sejauh ini ada 54 NFT yang terdaftar. NFT itu berisi kronologi tiga hari perang dimulai pada akhir Februari.
Sebanyak 54 NFT awal itu akan dijual mulai pekan depan yang dibangun dari platform perusahaan blockchain Fair.xyz.
Penjualan NFT ini menggantikan rencana sebelumnya untuk memberikan token gratis ke orang-orang, yang menyumbangkan mata uang kripto (cryptocurrency) ke Ukraina. Rencana awal itu dikeluhkan karena rentan penipuan.
Sejauh ini pemerintah Ukraina memang memanfaatkan cryptocurrency dalam perang tersebut.
Baca Juga: 9 Negara Bagian di Rusia yang Mayoritas Penduduknya Muslim
Hingga kini pemerintah telah mengumpulkan hingga 54 juta dolar AS atau Rp 775 miliar dalam bentuk mata uang kripto.
Berita Terkait
-
Sandiaga: Metaverse, Kripto dan NFT Akan Ubah Dunia, Kita Harus Ambil Peluang
-
Game NFT Buatan Lokal, Nland Segara Dirilis dalam Versi Beta
-
Ratusan NFT di OpenSea Dicuri Hacker, Kerugian Tembus Rp 24 Miliar
-
Survei: Proyeksi Tren NFT di Indonesia Berlangsung hingga Lebih dari 5 Tahun ke Depan
-
OpenSea Rilis Fitur Baru, Hindari Penipuan Transaksi NFT di Discord
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya