Tentunya keterlibatan partai-partai seperti PKS dan Gerindra cukup menarik, mengingat pihak-pihak tersebut sering berargumen bahwa kekuatan China yang kian tumbuh di Nusantara merupakan suatu bentuk ancaman komunis.
Selain PKS, PPP yang merupakan partai Islam, dilaporkan juga telah mengembangkan hubungan yang harmonis dengan PKC, meski mereka kemudian menolak klaim tersebut.
Cakupan yang kian meluas
Sejak 2008, pengurus Golkar dan pengurus PKC secara rutin mengadakan pertemuan untuk saling berbagi pengalaman tentang manajemen partai.
Kedua belah pihak turut menggelar pertemuan lanjutan di Beijing dan Jakarta yang diwakili oleh masing-masing pejabat tinggi dalam partai mereka.
Politikus Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan kegiatan serupa tak hanya dilakukan oleh Golkar, melainkan ia mengklaim bahwa banyak pihak di Indonesia yang telah memupuk kerja sama dengan PKC.
Adapun pada perkembangannya lingkup kolaborasi antarpartai-partai Indonesia dengan PKC kian berkembang, mulai dari pelaksanaan pertemuan, pertukaran informasi mengenai metode pengorganisasian partai, hingga topik kaderisasi.
Sebagai contoh, pertemuan yang terselenggara antara Golkar dan PKC pada 2008 menghasilkan pakta kesepahaman mengenai segala aspek yang berkaitan dengan kaderisasi dan pengorganisasian partai.
Sementara itu, PDIP dan PKC telah mengadakan pertemuan beberapa kali guna membahas kerja sama peningkatan sumber daya manusia dan finansial.
Baca Juga: Panglima TNI Diminta Hati-Hati Agenda Tersembunyi PKI Jika Diterima Jadi Prajurit TNI
Pada 2013, PDIP bahkan mengirim 15 kadernya mengunjungi Shanghai, Guiyang, dan Beijing untuk meninjau pusat kesehatan anak dan mempelajari perkembangan sektor pertanian di pedesaan Cina.
Dalam kunjungannya ke Guiyang, delegasi dari PDIP tersebut melakukan studi banding untuk belajar mengenai upaya pemerintah daerah China membina dan mengembangkan Usaha Kecil Menengah dalam industri kesehatan. Para kader PDIP tersebut juga menghadiri sejumlah lokakarya dan workshop yang bertopik tentang manajemen partai politik.
Tak sebatas itu saja, dua tahun kemudian tepatnya tahun 2015, Ketua Umum PDIP dan mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengunjungi Provinsi Shenzhen untuk meresmikan gedung Pusat Kerja Sama Indonesia-China (Indonesia-China Cooperation Center).
Pemerintah China menamakan gedung tersebut Gedung Soekarno, sebagai penghargaan kepada presiden pertama Indonesia, sekaligus ayah Megawati. Kunjungan tersebut semakin jelas memperlihatkan eratnya hubungan yang terjalin antara PDIP dan PKC.
Dalam kunjungan tersebut, Megawati juga berkesempatan untuk berbicara dalam diskusi panel yang berjudul “Kepemimpinan Politik: Konsensus Baru untuk Partai Politik” (Political Leadership: New Consensus for Political Party), yang merupakan bagian dari forum Konferensi Internasional Partai Politik Asia di Beijing.
Para pejabat pemerintahan China juga pernah mengundang PKS, PAN, dan PKB untuk melakukan studi banding. perwakilan partai-partai tersebut dibawa mengunjungi Hui Muslim Ethnic Autonomous Region yang berlokasi di Ningxia dalam upaya meredam citra negatif yang disematkan pada China terkait isu kebijakan yang diskriminatif terhadap komunitas Muslim di Xinjiang.
Berita Terkait
-
1984: Dialektika Kebebasan di Bawah Cengkeraman Absolutisme Negara
-
Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing
-
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
-
Partai Komunis China Guyur Investasi Rp 36,4 Triliun ke Indonesia, Untuk Apa Saja?
-
Arsitektur Sunyi 'Kremlin', Ruang Siksa Rahasia Orba yang Sengaja Dilupakan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?
-
Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan
-
Laptop AI Intel Core Ultra Series 3 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Keunggulan dan Daftar Mereknya
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
23 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Bersiap Klaim Pemain Kompensasi Bug OVR 117
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Vivo T5 Pro Resmi Debut, HP Midrange Baterai 9.020 mAh Ini Siap ke Indonesia
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026