Suara.com - Perwakilan Google Indonesia mengaku sudah menerima laporan peretasan yang terjadi di akun YouTube milik Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Mereka juga tengah mengupayakan pemulihan kanal YouTube Ganjar Pranowo.
"Terima kasih sudah melaporkan masalah ini Pak! Kami melihat tim Anda sudah terhubung dengan tim bantuan kami untuk proses pemulihan akun ini. Tim bantuan kami akan memberikan semua informasi tentang langkah selanjutnya lewat email ya!" kata pihak Google Indonesia melalui akun Twitter @TeamYouTube, Selasa (26/4/2022).
Sebelumnya, Ganjar Pranowo mengumumkan kalau akun YouTube miliknya diretas dan tidak bisa diakses.
Nama kanal YouTube 'Ganjar Pranowo' itu diakui juga sempat diubah nama menjadi akun lain.
"Akun saya diretas dan tidak bisa diakses sejak semalam. Bahkan nama akun sempat berubah (di-rename) menjadi akun lain," kata Ganjar, dikutip dari akun Instagram ganjar_pranowo.
Ia mengaku kalau akun YouTube itu sudah tidak bisa diakses. Ganjar juga mengungkap kalau dirinya tidak mengetahui siapa yang melakukan serangan peretasan ini.
"Entah kerjaan orang iseng atau ada maksud-maksud tertentu," kata Ganjar.
"Mohon doa agar channel Ganjar Pranowo segera bisa dipulihkan," sambung Ganjar.
Baca Juga: Bareskrim Telusuri Identitas Peretas Akun Youtube BNPB
Di sisi lain, Ganjar mengaku kalau akun itu masih diupayakan untuk dipulihkan dengan bantuan pihak YouTube.
Ia meminta masyarakat berhati-hati jika ada yang mengatasnamakan YouTube Ganjar Pranowo.
Berita Terkait
-
Temani Ngabuburit, Ini 3 Game Seru Pilihan Google Indonesia
-
Google Indonesia Ingin Pemilih Muda Lebih Kepo soal Pemilu
-
Hiburan dan Olahraga Dominasi Pencarian di Google Indonesia Selama 2018
-
Samsung Z2 Paling Populer di Google Indonesia Selama 2016
-
Ahok, Tokoh Nasional Paling Populer di Google Indonesia
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan