Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan memperluas wilayah penghentian siaran televisi terestrial analog atau analog switch off/ASO ke kabupaten dan kota lainnya. Wilayah yang sudah menerapkan ASO akan beralih sepenuhnya ke siaran tv digital.
"Kita sudah ASO tahap I, sebagai proyek perdana, di tiga wilayah," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, di Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).
Pada ASO tahap I yang dimulai akhir April lalu, Kominfo sudah melakukan penghentian siaran televisi terestrial digital di tiga wilayah siaran, mencakup delapan kabupaten dan kota. Wilayah yang kini sudah migrasi ke siaran digital berada di Riau, yaitu Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Di Nusa Tenggara Timur, wilayah sudah mendapatkan siaran televisi terestrial digital adalah Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.
Papua Barat juga sudah beralih ke siaran televisi terestrial digital, yaitu Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Kementerian akan memperluas analog ke switch off ke delapan sampai 20 kabupaten dan kota lainnya, sambil memperhatikan kesiapan infrastruktur wilayah setempat.
Kementerian Kominfo secara bertahap memperluas cakupan analog switch off dengan memperhatikan sejumlah faktor. Selain kesiapan infrastruktur, ketersediaan perangkat set top box juga menjadi pertimbangan untuk mematikan siaran televisi terestrial analog.
Masyarakat yang belum memiliki pesawat televisi digital bisa menggunakan perangkat set top box agar bisa menonton siaran televisi terestrial digital.
Plate mengatakan tahapan analog switch off ini harus dilakukan secara hati-hati supaya masyarakat bisa tetap menonton siaran televisi.
Baca Juga: Peralihan ke TV Digital Tak Bisa Serentak, Masih Sesuai Jadwal
Kementerian Komunikasi dan Informatika membagi penghentian siaran televisi terestrial analog ke dalam tiga tahap, tahap pertama berlangsung pada 30 April lalu.
Tahap kedua ASO dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2022 dan tahap terakhir pada 2 November 2022.
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sektor pos, telekomunikasi dan penyiaran mengamanatkan penghentian siaran televisi terestrial analog paling lambat dua tahun sejak regulasi tersebut berlaku, tepatnya pada 2 November 2022.
Setelah 2 November 2022, Indonesia diharapkan bisa sepenuhnya beralih ke siaran televisi terestrial analog. [Antara]
Berita Terkait
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
-
Menkominfo: Sudah Tak Ada Siaran TV Analog di Indonesia, Total TV Digital 2024
-
Xiaomi Rilis Jajaran TV Digital Baru ke Indonesia, Harga Mulai Rp 3 Juta
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya