Jenis lampiran HTML kedua adalah halaman phishing secara utuh.
File-file ini memungkinkan para pelaku kejahatan siber untuk menghemat biaya hosting dan menghindari penggunaan situs web karena formulir phishing dan skrip yang digunakan untuk mengumpulkan data sepenuhnya terkandung dalam lampiran.
Digunakan sebagai situs phishing, file HTML juga dapat dipersonalisasi, tergantung pada target yang dituju dan vektor serangan yang digunakan untuk mendapatkan kepercayaan korban.
Misalnya, penipu dapat mendistribusikan email phishing di antara karyawan perusahaan, yang tampak seolah-olah meminta untuk memverifikasi kontrak, tetapi sebenarnya merupakan file HTML berbahaya.
Lampiran tersebut akan memiliki semua atribut visual dari perusahaan tersebut, seperti logo, gaya dan bahkan nama bos sebagai pengirimnya.
Di dalam file, korban diminta untuk memasukkan login dan kata sandi akun perusahaan mereka untuk dapat mengakses dokumen.
Data ini kemudian jatuh langsung ke tangan para pelaku kejahatan siber, yang dapat menggunakan informasi ini untuk membobol jaringan perusahaan.
Sementara solusi keamanan sudah dapat memblokir email yang berisi lampiran HTML dengan skrip
berbahaya atau tautan phishing dalam teks biasa, para pelaku kejahatan siber sekarang menggunakan taktik yang berbeda untuk menghindari pemblokiran.
Misalnya, mereka kerap mendistorsi tautan phishing atau seluruh file HTML dengan kode yang kacau atau tidak beraturan.
Baca Juga: Penjahat Siber Samarkan Email Phising dalam Berkas HTML
Meskipun teks kacau dan tidak koheren ini tidak muncul di layar pengguna, hal itu tetap mempersulit
mesin anti-spam untuk mendeteksi dan akibatnya memblokir email.
"Para pelaku kejahatan siber telah menciptakan infrastruktur yang kompleks dan canggih di mana bahkan penipu pemula dapat membuat ribuan halaman phishing, menggunakan template yang sudah jadi, kemudian menargetkan sejumlah besar pengguna," ujar Roman Dedenok, peneliti keamanan di Kaspersky.
Berita Terkait
-
Industri Manufaktur Jadi Incaran Utama Penjahat Siber Global
-
Mafindo Ingatkan Publik untuk Waspadai Kejahatan Online Phising
-
Aplikasi Livin Tumbang, Akun Palsu Bank Mandiri Serbu Warganet
-
Tips Tingkatkan Keamanan Siber Manfaatkan Teknologi Google
-
CEO Binance Minta Pengguna Waspadai SMS Penipuan Berisi Tautan Palsu
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
5 Rekomendasi Kamera Terbaik untuk Pemula Dibawah Rp2 Juta, Foto Berkualitas HD
-
7 Pilihan HP Samsung Terbaik untuk Main Game, Anti-lag Harga Bersahabat
-
45 Kode Redeem FF Terbaru 29 November 2025, Dapatkan Skin Booyah dan M1873 Gratis
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 November, Klaim Pemain OVR 110-115 dan 1.000 Gems
-
5 HP Murah dengan RAM 16 GB untuk Kebutuhan Multitasking Berat dan Kerja Harian
-
HMD Diprediksi Siap Terjun ke Pasar Laptop, Kembangkan Chromebook Model Flip
-
6 Smartwatch Anak dengan Fitur SOS, Bikin Orang Tua Lebih Tenang Awasi Si Kecil
-
5 HP Murah Terbaru Desain Mirip iPhone 17 Series, Mulai Rp 900 Ribuan!
-
7 Pilihan Tablet dengan Stylus Pen dan Keyboard Kualitas Terbaik, Harga Dibawah Rp3 Juta
-
5 HP Xiaomi RAM 12 GB Paling Murah untuk Gaming dan Multitasking Berat