Permintaan smartphone di China dengan cepat mendingin karena kebangkitan pandemi mengurangi pengeluaran konsumen, mendorong peringatan dalam beberapa pekan terakhir dari pembuat handset termasuk Apple, serta pembuat chip, tentang pasar smartphone terbesar di dunia.
Pengiriman smartphone di China turun 34 persen pada April dari tahun lalu menjadi 17,7 juta unit, data dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China menunjukkan minggu ini.
Selama empat bulan pertama tahun ini, pengiriman turun 30 persen menjadi sekitar 86 juta unit, kata akademi yang berafiliasi dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.
Penurunan tajam dalam permintaan ponsel cerdas adalah salah satu faktor yang mendorong perlambatan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu dan merugikan pembuat elektronik global.
Bahkan konsumen yang tidak secara langsung dirugikan oleh penurunan cenderung merasakan beberapa tingkat kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi di masa depan, dan dengan demikian lebih konservatif dalam pengeluaran diskresioner mereka.
Kemungkinan yang paling cepat terkena dan paling sulit adalah perangkat kelas bawah, eksekutif industri dan analis mengatakan.
Pasalnya, konsumen dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah yang cenderung memilih handset yang lebih murah akan membatasi pembelian dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Tren itu kemungkinan besar akan merugikan beberapa perusahaan termasuk Xiaomi, Guangdong Oppo Mobile Telecommunications Corp. dan vivo Mobile Communication Co., kata Ming-Chi Kuo, analis rantai pasokan TF International Securities yang berbasis di Hong Kong.
Sementara itu, jajaran Apple cenderung berada di ujung atas, meskipun penjualan iPhone SE yang lebih murah bisa terpukul, katanya.
Baca Juga: Cara Mengekstrak File WinRAR di PC dan Smartphone
Berita Terkait
-
Peringati Hari Bumi, OPPO Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan
-
Ponsel Rekondisi Samsung Geser iPhone Apple secara Global
-
Review Poco M4 Pro, Tawarkan Spek Terbaik di Kelasnya
-
Apple Kemungkinan Tidak Akan Rilis iPhone 14 Mini, Ini Alasannya
-
5 Fitur Smartphone Kekinian Tunjang Kreativitas Generasi Awesome
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?