Suara.com - Akatsuki adalah salah satu organisasi paling jahat dalam serial Naruto dan beberapa anggotanya telah memainkan peran besar dalam keseluruhan plot cerita.
Beberapa klan Akatsuki yang berhasil mencuri perhatian penggemar adalah Itachi, Obito, dan Nagato. Mereka berhasil mengalahkan beberapa shinobi terkuat di alam semesta Naruto.
Meski demikian, adapula anggota klan Akatsuki yang dianggap lemah. Penggemar bahkan membanding-bandingkan beberapa anggota klan Akatsuki ini dan punya kesimpulan tentang siapa terlemah.
Sebelum kita mempelajari subjek ini, penting untuk memahami kriteria yang digunakan penggemar dalam menulis opini ini.
Kriteria yang digunakan untuk menilai kelemahan karakter yakni terkait dengan teknik ninjutsu yang kurang, kecerdasan pertempuran, kekuatan dan kemampuan tempur secara keseluruhan di medan perang.
Anggota Akatsuki terlemah
Setelah melalui berbagai seleksi, muncullah satu nama yang disebut-sebut sebagai anggota Akatsuki terlemah, dia adalah Zetsu.
Sebagai informasi, Hidan diketahui pernah dikalahkan oleh Shikamaru selama bagian awal dari seri. Namun itu tak lantas membuatnya menjadi karakter terlemah.
Tidak diragukan lagi bahwa Zetsu, kombinasi dari Zetsu Hitam dan Zetsu Putih, adalah anggota terlemah dari Akatsuki.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Anime untuk Penggemar Hunter x Hunter
Zetsu Putih adalah salah satu korban pertama yang jatuh ke dalam perangkap Tsukuyomi Tak Terbatas, yang ditarik keluar oleh Zetsu Hitam menggunakan Gedo Mado.
Madara melanjutkan untuk menggabungkan sel Hashirama menjadi Zetsu Putih.
Zetsu diketahui memiliki sedikit sekali bahkan hampir tidak ada teknik yang berguna dalam pertarungan 1v1.
Dia memiliki kemampuan untuk membelah tubuhnya menjadi dua, dan berkomunikasi dengan separuh lainnya melalui akar yang memanjang di bawah tanah.
Kemampuannya lebih cocok untuk peran mata-mata karena ia mampu memindahkan dirinya ke tempat yang berbeda dengan cepat melalui teknik seperti lalat capung, yang merupakan teknik khasnya di Naruto.
Selain itu, ia mampu menggunakan Elemen Kayu, tetapi tidak memiliki tingkat keahlian yang sama dengan Hashirama,.
Berita Terkait
-
Today History 31 Juli, Calon Astronot Wanita Pertama Asia Lahir hingga Naruto Shippuden Rilis
-
Resmi Dibuka! Audisi Film Live Action Naruto Cari Trio Legendaris Team 7
-
Live-Action Naruto Mulai Casting Pemeran Naruto, Sasuke, dan Sakura
-
Sisi Gelap Edo Tensei, Senjata Psikologis di Perang Dunia Ninja Anime Naruto
-
The Big 3 Are Back! Naruto, One Piece, Bleach Tayang Bersamaan Lagi di 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan