Suara.com - Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai keputusan Kevin Aluwi selaku Chief Executive Officer atau CEO Gojek untuk berpindah peran menjadi komisaris di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dinilai tidak akan berdampak besar terhadap masa depan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia itu.
Selain masih menjadi bagian dari GoTo, sebagai organisasi bisnis kini Gojek dinilai sudah semakin matang, sehingga tidak tergantung pada salah satu personil pimpinannya.
"Ketika founder dan maskot utamanya Nadiem Makarim jadi Menteri Pendidikan, kinerja Gojek tetap kuat. Bahkan mereka berhasil melalui krisis multidimensi akibat pandemi COVID-19 dengan IPO di bursa saham sebagai emiten berkapitalisasi terbesar. Pergantian manajemen Gojek tidak akan mengganggu bisnis mereka," ujar Marolop dalam keterangan di Jakarta, Selasa (7/6/2022).
Dalam kapasitasnya sebagai dewan komisaris GoTo, Kevin Aluwi masih akan fokus untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik, Electrum. Hal itu sejalan dengan komitmen Gojek untuk ikut mewujudkan transisi menuju nol emisi pada 2030. Sebagai co-founder dan pemegang saham multiple voting shares (MVS), Kevin memiliki waktu hingga dua tahun ke depan jika ingin melepas sahamnya di GoTo.
"GoTo merupakan satu ekosistem bisnis yang sudah memiliki brand dan kepercayaan kuat di masyarakat Indonesia. Selama layanan dan produk-produk GoTo dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan manfaat yang optimal, selama itu juga bisnisnya akan terus tumbuh. Dan itu yang sudah terjadi sejak Gojek muncul selama lebih dari satu dekade ini," ujar Marolop.
Ia mencontohkan sejumlah perusahaan teknologi dunia yang juga sering berganti dan ditinggal beberapa co-foundernya. Seperti Facebook, Twitter, Instragram dan banyak perusahaan teknologi lainnya.
"Perusahaan kelas dunia selalu membangun sistem, sehingga tidak tergantung pada figur tertentu," kata Marolop. [Antara]
Berita Terkait
-
Sentil BGN Borong Motor Listrik, Hasto PDI-P: Belajarlah dari Gojek, Jangan Hamburkan Anggaran
-
Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Gojek Buka Suara soal Sulitnya Cari Ojol di Akhir Ramadan, Sebagian Pengemudi Mulai Pulkam!
-
Fenomena Krisis Ojol Ternyata Ini Penyebabnya: Kapitalisme Tingkat Dewa
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?
-
Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya
-
Komdigi Akan Blokir Wikipedia Sepekan Lagi Jika Ultimatum Tidak Diacuhkan
-
Laptop AI Intel Core Ultra Series 3 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Keunggulan dan Daftar Mereknya
-
5 HP Samsung Seri A dengan Layar AMOLED: Display Mewah Harga Murah
-
23 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Bersiap Klaim Pemain Kompensasi Bug OVR 117
-
Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026
-
Vivo T5 Pro Resmi Debut, HP Midrange Baterai 9.020 mAh Ini Siap ke Indonesia
-
Skip iPhone X: Ini 5 iPhone Terlawas yang Masih Layak Dibeli 2026