Suara.com - Tokopedia memperkuat basis layanan bagi konsumennya di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan meresmikan Tokopedia Care di Sleman City Hall.
Selain memperkuat sentra layanan pelanggan yang lebih baik dengan kapasitas lebih besar, kehadiran Tokopedia Care Yogyakarta juga dimaksudkan untuk menyerap lebih banyak talenta digital di Kota Pelajar itu sehingga mendapatkan apresiasi dan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Harapan saya Tokopedia Care di Yogyakarta bisa sukses, karena kami memang memerlukan Tokopedia untuk membangun jaringan bagi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di Yogyakakarta," kata Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam konferensi persnya di Sleman City Hall, Rabu (15/6/2022).
Adapun Tokopedia Care Yogyakarta merupakan sentra layanan pengguna yang dihadirkan untuk lebih dekat dengan masyarakat dan telah menyerap 900 pegawai.
Vice-Chairman dan Co-Founder Tokopedia Leontinus Alpha Edison menyebutkan 90 persen dari talenta yang saat ini ada di Tokopedia Care Yogyakarta merupakan talenta digital lokal.
Untuk mendukung lingkungan kerja yang inklusif bagi banyak masyarakat, Tokopedia Care Yogyakarta telah menggaet talenta- talenta digital wanita dan para talenta difabel untuk menciptakan kesetaraan.
"Kami mendukung lingkungan kerja yang ramah difabel dan kaum perempuan, hingga saat ini saja komposisi untuk talenta di Tokopedia itu memiliki perbandingan 50:50 untuk laki- laki dan perempuan. Jadi meski ada anggapan perusahaan teknologi itu didominasi laki- laki tapi di Tokopedia kami justru bisa berimbang mendukung kesetaraan," ujar Leon.
Nantinya Tokopedia Care Yogyakarta akan beroperasi selama 24/7 yang artinya layanan bagi pelanggan hingga mitra UMKM terbuka seluas-luasnya.
Selain menyerap talenta digital, Tokopedia Care Yogyakarta juga diklaim memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan maksimal.
Baca Juga: Ramai PHK Massal Hingga Startup Pailit, Tokopedia Justru Tambah Jumlah Pegawai
Adapun pemanfaatan AI itu berada di berbagai kanal mulai dari layanan chatbot, live chat, media sosial, email, hingga Pusat Resolusi.
Tokopedia Care Yogyakarta pun dipersiapkan untuk bisa menampung lebih banyak talenta digital hingga 2000 orang dan disiapkan dengan ruang kerja yang nyaman untuk para pegawainya.
Tersedia dukungan ruang "Mother Room" untuk ibu melakukan laktasi dengan nyaman, lalu ada juga ruang untuk melepas penat dengan kehadiran "Play Room" yang berisikan berbagai sarana hiburan mulai dari mesin basket otomatis, Playstation, hingga biliard.
Tak tertinggal ada juga ruangan untuk bersantai bagi para pegawai Tokopedia beristirahat sejenak bernama "Relax Room", dan ruang kerja terbuka yang terlihat nyaman untuk melayani pelanggan dan mitra UMKM. [Antara]
Berita Terkait
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
AI, LIVE Shopping, dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar
-
Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
-
TikTok - Tokopedia Bantah Isu PHK Massal Pegawai Usai Bertemu DPR dan Menaker
-
Isu PHK 1.250 Karyawan Mereda, Said Iqbal Batalkan Demo ke Kantor ByteDance Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan