News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:48 WIB
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • Said Iqbal membatalkan aksi demonstrasi terhadap PT. ByteDance Indonesia yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026.
  • Pembatalan terjadi setelah DPR RI dan Kementerian Ketenagakerjaan memediasi manajemen Tokopedia serta TikTok pada 6 Juli 2026.
  • Manajemen menegaskan tidak ada PHK massal dan perusahaan justru sedang membuka lowongan untuk 100 posisi di Indonesia.

Suara.com - Rencana Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh (PKP-BKKB), Said Iqbal, melakukan aksi demonstrasi untuk menemui manajemen PT. ByteDance Indonesia terkait isu PHK terhadap 1.250 karyawan Tokopedia dan Tiktok pada Selasa, (7/7/2026) dibatalkan.

Diketahui, PT. ByteDance Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas PT. Tokopedia.

Said menjelaskan, batalnya kunjungan tersebut dikarenakan telah disepakatinya hasil pertemuan antara pihak manejemen Tiktok dan Tokopedia bersama DPR RI serta Kementerian Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin, (6/7/2026) kemarin.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini mengapresiasi langkah pimpinan parlemen bersama pemerintah yang langsung bergerak menemui pihak perusahaan guna menghindari pemecatan terhadap 1.250 karyawan Tokopedia dan Tiktok, seperti isu yang sebelumnya beredar di media sosial.

Meski begitu, lanjut Said, ia tetap berharap pihak perusahaan dapat berkomitmen menjalankan hasil kesepakatan, sehingga proses restrukturisasi internal tidak mengesampingkan kesejahteraan pekerja.

"PKP-BKKB akan terus memantau pelaksanaan komitmen tersebut agar proses penataan organisasi berjalan sesuai yang telah disepakati dan tidak merugikan hak-hak pekerja," kata Said dalam keterangan tertulisnya kepada Suara.com pada Selasa, (7/7/2026).

Diketahui sebelumnya, DPR RI telah mengadakan audiensi antara pemerintah dan pihak Tiktok dan Tokopedia untuk menanggapi isu PHK massal yang beredar.

Dalam kesempatan itu, Presiden Director Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan perusahaanya tidak melakukan PHK massal. Ia menjelaskan bahwa pihak perusahaan hanya melakukan penataan internal guna menjamin keberlangsungan usaha.

"Tidak ada pemutus hubungan kerja di Tiktok atau Tokopedia Group," tegas Stephanie dikutip dari Antara pada Selasa, (7/7/2026).

Baca Juga: Nasib Karyawan Terjawab, Kata Dasco Usai Panggil Bos Tokopedia-TikTok: Tidak Ada PHK

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa memang ada beberapa karyawan yang memilih mundur dengan mengambil kompensasi dan bekerja di tempat lain.

Alih-alih pemecatan, Stephanie menambahkan, perusahaanya justru sedang membuka 100 posisi di seluruh Indonesia.

"Saat ini kami membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," ucapnya.

Reporter: Alif Bintang

Load More