- Sakha Coffee Roastery asal Bekasi mencatat kenaikan penjualan sebesar 60 persen setelah mengikuti kampanye #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop.
- Pemanfaatan fitur konten dan LIVE Shopping membantu UMKM tersebut menjangkau pasar nasional serta membangun edukasi produk bagi para pelanggan.
- Pertumbuhan bisnis ini telah menciptakan lebih dari 100 lapangan kerja dan memperluas akses pasar bagi para petani kopi Nusantara.
Suara.com - UMKM kopi asal Bekasi, Sakha Coffee Roastery melaporkan kalau total penjualan mereka meningkat 60 persen dari hari biasa setelah mengikuti kampanye jualan online.
Pendiri Sakha Coffee Roastery, Teuku Andi Nova Reza menyatakan bahwa penjualan ini meningkat usai mereka mengikuti kampanye #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop.
Bahkan sejak awal berdiri pada 2018 lalu, Sakha Coffee telah memanfaatkan Tokopedia dan TikTok Shop untuk menjangkau pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kini, sekitar 40 persen dari total penjualan Sakha Coffee berasal dari kedua platform tersebut, menjadikannya salah satu kanal penjualan utama perusahaan.
"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia," kata Teuku Andi Nova Reza dalam siaran pers, Senin (13/7/2026).
Tak hanya memperluas jangkauan pasar, konten juga mengubah cara Sakha Coffee berinteraksi dengan pelanggan. Lewat video pendek, LIVE Shopping, serta kolaborasi bersama kreator, masyarakat tidak hanya membeli kopi tetapi juga mengenal cerita di balik setiap origin kopi Indonesia, cara penyeduhan, hingga karakter rasa setiap produk.
Sesi LIVE Shopping juga menarik perhatian pelaku usaha seperti pemilik coffee shop yang melakukan pembelian untuk kebutuhan bisnis mereka. Pengalaman ini menunjukkan bagaimana konten tidak hanya menghubungkan penjual dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
"Yang paling penting, kami bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan LIVE Shopping. Ketika orang memahami cerita di balik produknya, mereka tidak hanya membeli kopi, tetapi juga menghargai perjalanan di baliknya," lanjut dia.
Berawal dari tim kecil yang hanya terdiri dari lima orang, Sakha Coffee kini telah berkembang menjadi perusahaan yang membuka peluang kerja bagi lebih dari 100 orang.
Baca Juga: Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
Pertumbuhan tersebut mencakup tim kantor, produksi dan pengemasan, hingga para host LIVE Shopping yang menjadi bagian dari perjalanan bisnis Sakha Coffee, mulai dari tim kantor, produksi dan pengemasan, hingga para host LIVE Shopping.
Perusahaan juga bermitra dengan petani kopi dari berbagai daerah, termasuk Mandailing, Karo, Lampung, Jawa Barat, Temanggung, Ijen, Flores, Bali, Toraja, dan Papua, sehingga semakin banyak hasil panen kopi Nusantara yang dapat menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.
"Bagi kami, ketika masyarakat memilih kopi lokal, mereka bukan hanya membeli sebuah produk. Mereka juga ikut mendukung petani kopi Indonesia, membuka peluang kerja, dan mendorong semakin banyak pelaku usaha lokal untuk terus berkembang. Itulah dampak yang paling kami syukuri," tambah Teuku.
Kisah Sakha Coffee merupakan salah satu contoh bagaimana program #BeliLokal membantu produk lokal berkembang melalui ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop.
Hingga kuartal I 2026, program ini telah mendukung lebih dari 20.000 penjual lokal pilihan. Jumlah penjual yang bergabung meningkat 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara jumlah listing produk Buatan Indonesia tumbuh 44% hingga mendekati 2 juta produk.
Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto mengatakan, cerita Sakha Coffee menunjukkan bahwa ketika produk lokal semakin mudah ditemukan oleh konsumen, manfaatnya tidak berhenti pada pertumbuhan bisnis.
"Di baliknya terdapat lapangan kerja yang tercipta, petani yang memperoleh akses pasar lebih luas, dan rantai pasok lokal yang semakin kuat. Melalui #BeliLokal, kami ingin semakin banyak UMKM Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya," ujar Vonny.
Berita Terkait
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
Modal Kecil, Untung Maksimal: 5 Ide Bisnis Kuliner Kekinian yang Lagi Viral!
-
BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026
-
Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP
-
Riset: 66,8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang