Suara.com - Tokocrypto menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) untuk membangun ekosistem inovasi dan literasi guna mendukung transformasi teknologi blockchain dan aset kripto. Melalui ekosistem itu, para akademisi diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia.
Chief Operating Officer Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan pendirian Pojok Kripto di lingkungan kampus merupakan bentuk upaya perusahaan meningkatkan literasi dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain. Pendirian pusat penelitian dan pengembangan tersebut diharapkan dapat memberi akses kepada seluruh Sivitas Akademika di UKI.
"Sebagai perusahaan teknologi yang bertujuan mengubah kehidupan melalui teknologi blockchain dan aset kripto, Tokocrypto berkomitmen untuk terus tumbuh dan mengembangkan layanan inovatifnya melalui peningkatan literasi yang tinggi di masyarakat. Kami bangga menyambut kolaborasi dengan UKI sebagai kelanjutan komitmen kami untuk meningkatkan literasi dan inovasi teknologi blockchain dan kripto di Indonesia," kata Teguh Kurniawan Harmanda dalam siaran pers, Senin (20/6/2022).
Kolaborasi itu diwujudkan melalui TokoScholars, sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto. TokoScholars bersama UKI akan mendirikan Pojok Kripto, dedicated space pertama di kota Jakarta yang dikhususkan untuk pengembangan riset dan inovasi soal blockchain.
Kehadiran Pojok Kripto di UKI merupakan innovation center ketiga yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Sebelumnya, Pojok Kripto telah berdiri di Telkom University dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Teguh Kurniawan Harmanda berharap Pojok Kripto di UKI bisa menjadi one-stop place agar para akademisi dan masyarakat umum bisa lebih memahami dan merasakan manfaat dari adopsi teknologi blockchain secara optimal. Dengan edukasi bisa melahirkan inovasi penerapan teknologi yang memberikan solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat secara luas.
Dekan Fakultas Vokasi UKI, Maksimus Bisa, S.K.M., Sst.Ft., M.Fis, menilai kerja sama dengan Tokocrypto dalam meningkatkan literasi dan inovasi blockchain menjadi langkah yang penting. Melalui kerja sama ini pula, diharapkan Sivitas Akademika UKI bisa mengembangkan pengetahuannya dan dapat mereka aplikasikan secara langsung dalam dunia nyata.
"Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen bersama kedua institusi untuk terus mengembangkan inovasi dari teknologi blockchain dan aset kripto. Berharap mahasiswa, dosen, ataupun peneliti bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk melakukan penelitian. Selain itu diharapkan dapat menghasilkan talenta terbaik dalam membangun dan mengembangkan industri aset kripto di masa depan," kata Maksimus.
Kolaborasi Tokocrypto bersama UKI ini akan memudahkan mahasiswa, dosen dan kalangan peneliti untuk mempelajari lebih jauh memahami teknologi blockchain, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya dengan tepat.
Baca Juga: Apa itu Blockchain untuk Pemilu, yang Diusulkan oleh Amien Rais?
Selain menghadirkan Pojok Kripto, Tokocrypto juga akan menyediakan kurikulum dan mengadakan seminar, workshop serta program magang untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa di dunia kerja, khususnya terkait sektor blockchain.
Tokocrypto juga akan mendukung penuh segala bentuk penelitian berkaitan dengan blockchain dan aset kripto untuk dosen dan mahasiswa UKI. Melalui program Tokocrypto Research Grants bisa meningkatkan sumber penelitian blockchain dan aset kripto di Indonesia, serta memfasilitasi para akademisi untuk dapat membuat penelitian dari sektor tersebut. [Antara]
Berita Terkait
-
Tren Tokenisasi Aset Global Menguat, RWA Jadi Motor Pertumbuhan Industri Kripto
-
Investor Indonesia Kini Bisa Akses Saham Nvidia, SpaceX hingga Tesla Lewat Blockchain
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Era Baru Perfilman: Penonton Tak Lagi Pasif, Bisa Terlibat Sejak Film Dikembangkan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN