Suara.com - Seorang YouTuber berhasil menemukan bagasinya yang hilang setelah menggunakan AirTags di kantor bandara.
AirTags Apple telah membantu menemukan bagasi yang hilang sebelumnya dan ada banyak tag bagasi yang sekarang dirancang untuk menghindari hal ini.
Tetapi bagi YouTuber Australia Shane Miller, AirTag tidak hanya menemukan tasnya yang hilang, tetapi juga ditemukan oleh operator bagasi bandara, Swissport.
Miller mengatakan bahwa bagasi, yang berisi peralatan bersepeda senilai 4.500 dolar AS itu hilang setelah dia terbang ke Bandara Melbourne dengan Singapore Airlines.
Para pejabat memberi tahu dia bahwa barang bawaannya tidak melakukan penerbangan lanjutan dan dia akan dihubungi segera setelah barang itu tiba.
Begitu tas-tas itu tiba di bandara, AirTags Miller melaporkan lokasinya kepadanya dan dia berharap mendapat kabar dari para pejabat.
Namun, Swissport gagal menghubunginya dan dia tidak dapat menghubungi siapa pun meskipun banyak panggilan telepon.
"Nomor yang saya berikan untuk Swissport pada malam saya mendarat, saya sudah menelepon 16 kali dan tidak menerima panggilan balik sama sekali," kata Miller.
"Itu masuk ke pesan suara dan seseorang memeriksanya karena kotak itu dikosongkan setiap beberapa hari," lanjutnya.
Baca Juga: Seorang Perempuan Bunuh Pacarnya dengan Manfaatkan Pelacak AirTag Apple
Lebih lanjut, Swissport memiliki situs web yang mencantumkan bagasi yang hilang dan tidak diperbarui untuk menyertakan miliknya.
Setelah seminggu menunggu, Miller pergi ke bandara dan menggunakan Find My untuk mengantarnya ke kantor belakang Swissport.
Dia menemukan tasnya, tapi tidak ada di kamar milik yang hilang, tas itu digantung di sudut kantor umum.
"Singkat cerita, lelaki dengan bagasi besar benar-benar membantu saya di mana saya harus pergi untuk mengambil tas itu," kata Miller.
"Staf kantor sangat membantu, membawa saya ke kantor yang benar," lanjutnya dilansir Apple Insider, Kamis (23/6/2022).
Miller adalah profesional TI, serta pengendara sepeda, yang mengulas aksesori bersepeda seperti navigasi GPS dan pelacak.
Dia sebelumnya menggambarkan AirTags sebagai "pelacak sepeda terbaik," dan menampilkannya di saluran YouTube-nya.
Tanpa AirTag di bagasi peralatannya, dia curiga dia mungkin tidak akan pernah mendapatkannya kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jadi Destinasi Baru Bulan Agustus, Styles Land Ajak Pengunjung Eksplorasi Dunia Kreatif di Jakarta
-
6 Weton Tibo Pati: Harus Rasakan Kesulitan Rezeki Sebelum Akhirnya Sukses Bergelimang Harta
-
Tanggal Kembar 8.8, Saatnya Lengkapi Kebutuhan Skincare hingga Vitamin dengan Lebih Hemat
-
Fenomena AI Slop: Mengapa Poster UMKM Makin Seragam dan Bikin Kita Bosan?
-
Akal-akalan Peredaran Tramadol Ilegal di Jatim, Dijual di Marketplace Jadi Sparepart
-
140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini
-
Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun
-
Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi