Suara.com - Head of Public Relation Asus Indonesia, Muhammad Firman menyatakan kalau saat ini Asus telah menguasai pangsa pasar laptop di Indonesia. Hal ini dia peroleh dari data lembaga riset asal Jerman, GfK.
"Dari data GfK per Juni 2022, Asus menguasai pangsa pasar laptop di Indonesia dengan persentase 31,6 persen," kata Firman dalam Media Gathering Asus Indonesia, Selasa (9/8/2022).
Dari data yang dibagikan Firman dari GfK, pangsa pasar Asus di market laptop Indonesia adalah 31,6 persen. Di bawah Asus ada Acer dengan persentase 21,3 persen.
Lalu posisi ke-3 hingga ke-5 ditempati oleh Lenovo, HP, dan Apple dengan persentase masing-masing 20,4 persen, 15,1 persen, dan 2,5 persen
Untuk mempertahankan strategi sebagai penguasa pasar laptop di Indonesia, Firman mengakui kalau pihaknya lebih menerapkan konsep inovatif. Artinya, mereka menyediakan laptop dengan teknologi terbaru yang bisa memuaskan pelanggan.
Salah satu inovasi yang dihadirkan Asus Indonesia adalah layar jenis OLED yang mulai dimunculkan di berbagai lini laptop. Dengan itu maka Asus memiliki ciri khas ketimbang kompetitor lain.
"Misal teknologi OLED, kompetitor itu memang punya. Tapi punya kita lebih banyak," klaim Firman.
Dikarenakan lebih fokus pada inovasi, Firman mengakui kalau harga laptop Asus sedikit lebih mahal ketimbang para kompetitor. Meski lebih mahal, ia menilai kalau Asus memiliki tanggung jawab untuk mengubah tren laptop di pasaran.
"Sebab kan perkembangan laptop dari tahun ke tahun itu cuma prosesor, storage, yang bikin laptop lebih kencang. Tapi kan layar gitu-gitu saja, cuma IPS misalnya. Makanya kita itu bikin the next level-nya ya OLED," kata dia.
Baca Juga: Laptop Asus Masih Diminati Gamers Indonesia Meski Penjualan Lesu
"Kami memang tetap sediakan laptop dengan harga Rp 5,6,7 juta. Tapi karena inovasi, kami bikin teknologi yang lain daripada yang lain. Supaya ada pembeda dari kompetitor," tukas Firman.
Berita Terkait
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
ASUS Dawn 7 Pro Resmi Meluncur, Laptop Ryzen AI dengan Layar 144Hz dan Performa Kencang
-
Zenbook A14 OLED Jadi Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama di Indonesia dengan Baterai Tahan 24 Jam
-
Asus ROG Siapkan Laptop Gaming AI Terbaru di Indonesia, Ada Zephyrus Duo Dual Screen dan RTX 5090
-
Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia, Laptop AI Premium Super Ringan dengan Intel Core Ultra
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS
-
Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau
-
Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut
-
Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
-
Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis