Suara.com - Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah membuat kita takjub dengan foto-foto galaksi yang jauh dan nebula yang berkilauan, kini kembali memperlihatkan penampakkan foto pertamanya dari Mars.
Data yang baru dirilis berasal dari instrumen inframerah teleskop dan memberi para ilmuwan informasi tentang permukaan Mars dan komposisi atmosfer.
Badan Antariksa Eropa (ESA) mengumumkan bahwa Teleskop Luar Angkasa Webb menangkap pandangan pertama Mars pada 5 September lalu menggunakan Kamera Inframerah Dekat dan Spektrograf Inframerah Dekat.
Penampakkan pertama Mars dari teleskop ini sebenarnya terdiri dari dua gambar yang diambil pada dua panjang gelombang inframerah.
Ini menunjukkan Belahan Bumi Timur yang bermandikan matahari dari planet ini, yang diamati Webb dari sudut pandangnya hampir 932.000 mil (1,5 kilometer) jauhnya di Sun-Earth Lagrange Point 2.
James Webb juga mengumpulkan beberapa data spektroskopi di atmosfer Mars menggunakan Spektrograf Inframerah Dekat.
Spektrograf mengungkapkan beberapa molekul yang membentuk atmosfer Mars yang sangat tipis, termasuk karbon dioksida, air, dan karbon monoksida, yang sesuai dengan penurunan yang disorot dalam grafik.
Meskipun bukan kesimpulan yang inovatif, penampakkan ini menunjukkan kemampuan Webb untuk secara akurat mengkarakterisasi komposisi atmosfer dari planet yang berbeda.
“Pengamatan Webb pertama di Mars ini menunjukkan bagaimana kita dapat mempelajari berbagai wilayah di permukaannya, termasuk komposisi atmosfernya dengan instrumen NIRSpec,” kata Chris Evans, ilmuwan proyek Webb untuk ESA, dilansir laman Gizmodo, Selasa (20/9/2022).
Baca Juga: Hacker Manfaatkan Teleskop JWST Sebarkan Malware
“Membangun apa yang telah dilakukan dengan misi lain dan tanpa batasan atmosfer Bumi untuk spektroskopi berbasis darat, Webb akan memberi kita wawasan baru tentang topik penting seperti sejarah air di Mars.”
Dengan mengarahkan pandangan James Webb ke planet yang dipelajari dengan baik seperti Mars, para ilmuwan dapat menetapkan seberapa andal teleskop berteknologi tinggi dalam mempelajari benda langit yang sangat jauh.
Berita Terkait
-
Rilis Album Baru, Bruno Mars Umumkan Jadwal The Romantic Tour Mulai April
-
6 Film Tayang Lebaran 2026, Prilly Latuconsina dan Luna Maya Berhadapan di Genre Horor
-
Siap Jadi Pilihan Keluarga, Film Pelangi di Mars Tayang di Bioskop Lebaran 2026
-
Lirik Mars Hari Ibu dan Hymne Hari Ibu Lengkap Beserta Partitur Not Angkanya
-
Tak Semua Bisa Disentuh, Zona Khusus di Mars Dijaga Demi Lindungi Potensi Kehidupan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
5 Rekomendasi Tablet Layar AMOLED untuk Game dengan Spek Dewa
-
Link Nonton Live Streaming Final M7 Mobile Legends: Alter Ego Tantang Aurora Gaming
-
31 Kode Redeem FC Mobile Malam Ini 25 Januari 2026, Ada Bocoran CR7 OVR 117
-
Redmi Note 15 5G vs Redmi Note 14 5G: Mana yang Paling Worth It di Harga Rp3 Jutaan?
-
Wi-Fi 8 Segera Tiba, MediaTek Filogic 8000 Janjikan Koneksi AI Lebih Stabil
-
Cara Klaim Kode Redeem TheoTown Terbaru untuk Dapat Berbagai Hadiah
-
Cara Cek FUP IndiHome Terbaru, Mudah Lewat Aplikasi dan SMS
-
Profil Aurora Gaming PH, Penantang Alter Ego di Grand Final M7 Mobile Legends
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Rp2 Jutaan yang Tampak Mewah
-
10 Link Twibbon Hari Gizi Nasional 2026 Berbagai Model dan Cara Menggunakannya