Suara.com - Suporter sepak bola di Indonesia perlu diedukasi untuk menerima tim kebanggaan dalam kondisi menang atau kalah guna menghindari tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kata Pakar Sosiologi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Hery Wibowo.
Hery mengatakan yang tragedi Kanjuruhan, yang diawali oleh aksi suporter Arema merangsek ke dalam stadion adalah fenomena crowd behavior - aksi invidual yang memantik perilaku kolektif yang di luar normal.
Di sisi lain, menurutnya sistem pertandingan, baik penyelenggara, pemain, dan pengadil, harus menjunjung tinggi sportivitas. Penegakan sportivitas dan penyelenggaraan pertandingan yang baik menurutnya dapat menularkan semangat sportivitas ke suporter.
"Penonton wajib terus diedukasi untuk menerima kemenangan dan kekalahan. Pertandingan yang berjalan sportif, akan dapat diterima baik oleh pendukung tim yang menang ataupun yang kalah," kata Hery dalam keterangan resmi Unpad di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).
Menurutnya tragedi kerusuhan di Kanjuruhan itu merupakan fenomena crowd behavior yang dipicu oleh perilaku individu yang menimbulkan perilaku kolektif secara tidak normal.
Karena seseorang individu dalam menghasilkan crowd behavior menurutnya akan memiliki keberanian semu yang mampu memicu keberanian kolektif lainnya. Hal itu, menurutnya didorong oleh sifat suporter tim sepak bola yang memiliki militansi.
"Seorang individu dalam crowd akan cenderung merasa berkali-kali lipat lebih berani dalam melakukan sesuatu yang ada dipikirannya, ia akan tidak ragu-ragu dalam melakukan niatannya. Hal dapat terjadi karena ia merasa akan didukung oleh kelompoknya dalam segala tindakan yang dilakukannya," beber Hery.
Dalam kasus Kanjuruhan, menurutnya kekalahan tim Arema memicu pendukungnya menghasilkan perilaku crowd behavior. Pasalnya, kata dia, para suporter telah menganggap tim sebagai identitas sosial ataupun konsep diri mereka.
Ketika sesuatu terjadi ataupun menimpa tim, menurutnya hal itu seakan menyentuh harga diri (self esteem) ataupun sisi batin terdalam pendukungnya.
Baca Juga: Ketum PSSI: Tim Investigasi Tragedi Kanjuruhan Sudah Bekerja
Maka dari itu, menurutnya potensi crowd behavior seyogianya perlu diredam sedini mungkin dengan tata kelola ataupun manajemen pertandingan yang baik. Bukan berarti, kata dia, antisipasi pengamanan yang dilakukan harus secara anarkis.
“Sehingga secara umum, kekesalan hingga kemarahan akan dapat mudah tersulut, karena jiwa dan pikiran suporter selalu berhubungan dengan tim dan seluruh dinamikanya," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Data Desil Ngawur, PDIP Temukan 130 Mahasiswa Unpad hingga Anak Tukang Becak Masuk Desil 9
-
Sebelum Hengkang ke Arema FC, Mauro Zijlstra Bicara Obrolan Serius dengan Shin Tae-yong
-
Tak Masuk Skema Shin Tae-yong di Persija, Arema FC Blak-blakan Tampung Mauro Zijlstra
-
Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua
-
Komentar Dedi Mulyadi kepada Maba Unpad Bikin Publik Emosi: Pertanyaan Terbodoh
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok