Suara.com - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan seberapa akurat teknologi Face Recognition atau pemindai wajah yang diuji PT Kereta Api Indonesia (Persero), tepatnya di Stasiun Bandung sejak 28 September lalu.
Menurutnya, teknologi face recognition memiliki tingkat akurasi lebih rendah ketimbang metode biometrik lain seperti sidik jari dan iris mata.
Bahkan, face recognition (FR) juga memiliki tingkat kesalahan (false positive) yang lebih tinggi dibandingkan dua metode biometrik tersebut.
"Seiring dengan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial AI, tingkat akurasi FR sudah mengalami peningkatan yang sangat tajam," ungkap Alfons dalam keterangan resminya, Jumat (7/10/2022).
Menurut pengujian NIST National Institute of Standards and Technology, lanjut Alfons, algoritma FR memiliki akurasi lebih dari 99 persen, khususnya jika database memiliki beberapa contoh gambar objek FR.
"Beberapa bank di Jepang bahkan mulai menerapkan FR di mesin ATM dalam mengidentifikasi pemilik kartu ATM guna mencegah fraud (penipuan)," tambah dia.
Meskipun secara teknis FR memiliki akurasi lebih rendah dibandingkan pemindaian sidik jari dan iris, namun Alfons menilai, face recognition memiliki keunggulan contactless process atau proses pemindaian jarak jauh. Sehingga itu sangat membantu ketika digunakan saat pandemi.
Selain itu, proses pemindaian bahkan dapat dilakukan hanya melalui kamera dan tidak disadari oleh objek yang dipindai.
"Di satu sisi hal ini mempermudah dan mempercepat pemindaian, namun di sisi lain hal ini dapat merugikan objek yang dipindai jika data pemindaian ini disalahgunakan," jelasnya.
Sebelumnya, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, hadirnya Face Recognition Boarding Gate bertujuan untuk mempermudah pelanggan KA Jarak Jauh yang ingin naik kereta api tanpa perlu repot menunjukan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.
Baca Juga: Ahli Jelaskan Keunggulan Teknologi Face Recognition yang Diterapkan PT KAI
Face Recognition Boarding Gate sendiri merupakan kado ulang tahun ke-77 KAI kepada pelanggan yang baru saja dirayakan pada 28 September 2022.
Inovasi ini juga merupakan salah satu tindak lanjut dari PKS antara KAI dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada 2 Februari 2022 lalu.
“Penerapan Face Recognition Boarding Gate diharapkan semakin mempermudah pelanggan dalam melakukan perjalanan. Karena proses boarding yang jauh lebih cepat dan praktis, akan membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dalam menikmati seluruh proses perjalanan menggunakan kereta api,” jelas Joni.
KAI menargetkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate sudah bisa diterapkan di seluruh stasiun KA Jarak Jauh di berbagai daerah mulai awal 2023 nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Terkini
-
Sepeda Apa yang Cocok di Jalanan Bergelombang? Ini 7 Rekomendasi yang Nyaman Dipakai
-
Mangkir Alasan Sakit, Kejagung Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Besok
-
Iran Rudal Pangkalan Udara Ali al-Salem Kuwait: Kami Menyerang Tanah yang Diduduki Tentara Amerika!
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka
-
BKSAP Tutup Kaukus AIPA, Tekankan Implementasi Resolusi untuk Masyarakat ASEAN
-
Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%
-
Final Piala Dunia 2026 Mengingatkan Saya pada Pesan Ayah soal Judi Bola
-
Warisan 1.300 Tahun di Tibet, Barkhor dan Potala Jadi Magnet Wisata Lhasa
-
Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru
-
Mengenal Parijoto: Buah Mitos Kesuburan dari Gunung Muria yang Kini Dilirik Sains