- Lensa telephoto adalah perangkat keras dengan jarak fokus panjang untuk objek jauh.
- Optical zoom merupakan proses pembesaran gambar menggunakan pergerakan mekanis lensa fisik.
- Kombinasi keduanya menghasilkan foto jarak jauh yang tajam tanpa pecah pixel.
Suara.com - Sering kali dalam spesifikasi kamera HP atau kamera profesional, kita menemukan istilah Telephoto dan Optical Zoom
Kedua fitur ini sering di-highlight untuk menarik minat konsumen yang mendambakan kualitas foto jarak jauh setara kamera profesional.
Meski sering digunakan bersamaan dalam media promosi, telephoto dan optical zoom sebenarnya merujuk pada dua hal yang berbeda, baik dari aspek definisi fisik maupun mekanisme kerja komponen di dalam perangkat.
Memahami perbedaan kedua teknologi ini sangat penting agar tidak keliru dalam menilai kapabilitas sebuah kamera HP, terutama pada HP flagship.
1. Lensa Telephoto
Lensa telephoto atau telefoto adalah sebuah klasifikasi fisik dari sebuah lensa kamera yang dirancang khusus dengan panjang fokus (focal length) yang panjang.
Secara teknis, lensa ini memiliki sudut pandang (field of view) yang sempit, sehingga mampu mengisolasi objek utama dan membuat benda-benda di kejauhan tampak lebih dekat secara visual.
Pada ekosistem smartphone, lensa telefoto dipasang sebagai modul kamera terpisah di samping lensa utama (wide) dan lensa sudut ultra-lebar (ultrawide).
Keunggulan utama dari lensa fisik ini adalah kemampuannya menghasilkan efek kompresi latar belakang yang dramatis.
Baca Juga: 10 HP Kamera Terbaik Agustus 2025, iPhone Kalah dari Merek Ini
Di sisi lain mampu memberikan efek bokeh (latar belakang buram) yang natural dan rapi tanpa bantuan manipulasi software buatan.
2. Optical Zoom
Berbeda dengan telefoto yang mengacu pada jenis lensa, optical zoom atau zoom optik adalah sebuah metode atau proses pembesaran gambar.
Proses pembesaran ini mengandalkan pergerakan mekanis elemen kaca di dalam lensa untuk mengubah jarak fokus secara dinamis.
Ketika melakukan optical zoom, elemen-elemen lensa bergeser secara fisik untuk memperbesar proyeksi gambar sebelum cahaya menyentuh sensor kamera.
Hasil akhir dari metode ini adalah gambar yang diperbesar secara murni lewat optik. Hasilnya, resolusi, ketajaman, dan detail gambar tetap terjaga 100 persen tanpa mengalami distorsi atau pecah-pecah seperti pada zoom digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Bocoran Galaxy Z Flip 8: Snapdragon untuk AS, Exynos untuk Eropa dan Asia
-
eSIM iPhone: cara aktifkan di semua model dari iPhone XS sampai iPhone 17
-
8 HP Midrange Terbaru 2026 Paling Kencang: RAM 12 GB hingga Baterai 9020 mAh
-
Teknologi Mobile X-Ray Fujifilm Bantu Pemulihan Layanan Kesehatan di Aceh Pascabanjir
-
3 iPhone Paling Laris di Dunia Awal 2026, Nomor 1 Bukan Pro Max
-
51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 5 Juni 2026: Borong Permata Buat Buru R9 dan Gullit 120
-
Meta Luncurkan Agen AI untuk Bisnis, Bisa Balas Pelanggan 24 Jam di WhatsApp dan Instagram
-
Chip AI 2nm Makin Dekat, Samsung dan Cadence Siapkan Otak Baru untuk Data Center AI
-
Kulkas Pintar dengan Teknologi Antibakteri 99,9 Persen, Haier Horizon Resmi Diluncurkan
-
Ribuan Desa Masih Blank Spot, Satelit LEO Jadi Solusi Internet Indonesia