Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sepanjang tahun mengingat kejadiannya kini tidak mengenal musim.
BNPB juga mengatakan bahwa bencana selama sepekan terakhir telah menyebabkan 13 orang tewas dan 10 orang luka-luka, demikian dilansir dari Antara.
"Sekarang musim-musim ini tidak normal lagi, kadang Agustus yang seharusnya kemarau kita masih hujan, bahkan intensitasnya tinggi," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam acara Disaster Briefing, Senin (17/10/2022).
Abdul lebih lanjut menekankan bahwa dengan musim yang tak normal dan cuaca yang berubah-ubah, masyarakat harus terus diingatkan akan potensi bencana alam.
"Sehingga kita harus menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan catatan historis seperti ini, tidak ada waktu untuk kita dalam satu tahun itu untuk tidak waspada bencana hidrometeorologi basah," kata Abdul.
BNPB mencatat pada periode 10-16 Oktober 2022 terdapat 76 kejadian bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Semua kejadian tersebut masuk dalam kategori bencana hidrometeorologi basah.
Dalam sepekan terakhir, banjir menjadi salah satu bencana yang banyak terjadi di Indonesia dengan tercatat 36 kejadian. Terjadi pula 23 kejadian cuaca ekstrem seperti puting beliung dan 17 kejadian longsor.
Puluhan kejadian dalam sepekan itu mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 10 orang luka-luka. Total terdapat sekitar 70.800 orang yang terdampak kejadian bencana dalam sepekan terakhir.
"Menjadi kewaspadaan kita bersama karena dengan tingginya intensitas hujan, daerah-daerah yang sebelumnya mungkin bukan daerah rawan banjir dan rawan longsor, tapi karena saking tingginya intensitas hujan, tanah yang kita anggap cukup kuat ternyata tidak terlalu kuat menampung debit air," wanti-wanti Abdul.
Baca Juga: Hujan Sejak Kemarin Sebabkan Banjir Parah di Malang Selatan, Ketinggian Capai 1,5 Meter
Berita Terkait
-
Mengapa Desa Pulu Memilih Sereh Wangi untuk Memulihkan Lahan yang Rusak Akibat Banjir?
-
Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Proyek Rp1,4 Triliun untuk Pangan dan Air Baku
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
-
Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Janji Fabio Calonego Usai Memperpanjang Masa Bakti Bersama Persija Jakarta
-
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Undip Viral, Korban Mengaku Trauma hingga Tinggalkan Kuliah
-
Drama Sandiwara Dua Sopir Penggelap Sapi Berakhir di Tangan Polsek Panjang
-
Bitcoin Cs Anjlok, Indeks CFX10 Melemah ke Level 763,88
-
Persis Solo Datangkan Juan Mera Sebagai Amunisi Baru, Ini Profilnya
-
Mulai Agustus, Kota Makassar Tinggalkan Sistem Open Dumping di TPA
-
Menang Dramatis! Argentina Siap Hadapi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
-
Prediksi Buruk Minyak Dunia Beberapa Minggu ke Depan, Menurut IEA
-
Agar Wanginya Tahan Lama, Pakai Parfum Sebaiknya Berapa Kali Semprot?
-
Pasang Implan Gigi? Pahami 4 Risiko Komplikasi yang Wajib Diantisipasi