Entertainment / Gosip
Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:38 WIB
Tangis guru di Aceh pecah di depan Afina Finalis Miss Universe.
Baca 10 detik
  •  Usai banjir Aceh Tengah, para siswa terpaksa belajar di dalam tenda darurat yang kondisinya sangat panas dan tidak memadai.
  • Seorang guru menangis pilu karena tidak tega melihat anak-didiknya kepanasan dan sering mengeluh ingin pulang saat jam pelajaran.
  • Selain ruang kelas yang menyengat, fasilitas belajar sangat minim karena buku-buku pelajaran hanyut dan hanya tersisa satu.

Suara.com - Finalis Miss Universe Indonesia 2025, Afina Syifa Biladina, membagikan momen memprihatinkan saat berkunjung ke Aceh baru-baru ini.

Afina memperlihatkan kondisi pasca-bencana banjir yang terjadi di 10 November 2025, terutama di sisi sarana dan prasarana sekolah.

"Inilah kondisi sekolah yang terjadi di Aceh Tengah, tepatnya di Desa Reje Payung, Takengon," ujar Afina Syifa Biladina melalui TikTok pada 25 Mei 2026.

Afina memperlihatkan bagaimana kondisi fisik bangunan sekolah yang masih rusak parah dan belum sepenuhnya pulih.

"Pertama kali aku ke sini, yang aku perhatikan adalah sekolahnya yang tenggelam karena lumpur pasca bencana banjir kemarin," kata Afina menerangkan.

Meskipun fasilitas tempat belajar mereka sudah luluh lantak, para murid di desa tersebut rupanya tetap memiliki tekad yang kuat untuk belajar.

"Aku terharu mereka masih semangat dan ceria banget untuk belajar walaupun hanya sekolah di tenda yang panas," tutur Afina.

Keadaan yang serba terbatas dan tidak nyaman ini pun seketika membuat salah seorang guru di sekolah darurat tersebut menangis karena merasa tidak tega.

"Kasihan anak-anakku kepanasan terus, Mbak, di tenda sekolah, Mbak," ucap sang guru menangis.

Baca Juga: PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

Tenda darurat yang didirikan sebagai ruang kelas sementara itu memang sangat tidak memadai karena udaranya yang begitu menyengat di siang hari.

"Bahkan kata bu guru di sini, anak-anak sering mengeluh untuk pulang karena kepanasan," tambah perempuan berhijab ini saat menceritakan perjuangan para siswa.

Selain kendala ruangan kelas yang sangat panas, keterbatasan buku dan alat tulis juga menjadi hambatan besar bagi proses belajar-mengajar di sana.

"Teman-teman, fun fact, buku pelajaran mereka juga cuman satu karena sisanya terendam dan hanyut karena banjir," ungkap Afina dengan prihatin.

Menyaksikan sendiri potret buram dunia pendidikan di wilayah pelosok tersebut, finalis kontes kecantikan ini mengaku sangat terpukul dan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

"Sedih? Iya, jujur sedih banget," jelas Afina menggambarkan perasaannya saat melihat langsung penderitaan anak-anak di sana.

Pada akhir penjelasannya, Afina sangat berharap agar warga Desa Reje Payung dimudahkan urusannya dan segera mendapatkan uluran bantuan.

Load More