Suara.com - Elon Musk disebut membayar pesangon tiga orang petinggi Twitter yang dipecatnya sekitar 122 juta dolar Amerika Serikat atau sekira Rp 1,89 triliun, demikian dikatakan perusahaan riset Equilar seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/10/2022).
Musk, usai mengambil alih Twitter pekan ini, memecat CEO Parag Agrawal, CFO Ned Segal dan kepala urusan hukum dan kebijakan Vijaya Gadde. Ia menuding mereka mengelabuinya dan investor Twitter soal jumlah akun palsu di platform tersebut.
Equilar, perusahaan riset yang fokus pada pendapatan atau kompensasi yang diterima para petinggi perusahaan, mengatakan Agrawal menerima pesangon sekitar 57,4 juga dolar atau sekitar Rp 892 miliar.
Sementara Segal menerima 44,5 juta dolar atau sekitar Rp 692 miliar dan Gadde mendapat jatah 20 juta dolar atau di kisaran Rp 311 miliar.
Perwakilan Twitter enggan mengomentari hasil penelusuran Equilar ini.
Selain pesangon, ketiga mantan petinggi Twitter ini juga meraup cuan dari saham mereka yang dibeli oleh Musk agar bisa mengendalikan Twitter, yang kini bukan lagi berbentuk perusahaan publik tetapi jadi entitas privat.
Gadde, pemegang saham terbesar di antara ketiganya, akan menerima pembayaran sebesar 34,8 juta dolar AS (sekitar 541 miliar); Segal meraup 22 juta dolar AS (sekira Rp 342 miliar) dan Agrawal sebesar 8,4 juta dolar AS atau sekitar Rp 130 miliar.
Agrawal, yang diangkat menjadi CEO Twitter pada November tahun lalu, menerima gaji setotal 30,4 juta dolar AS (sekitar Rp 472 miliar) pada 2021. Sebagian besar kompensasi itu dia terima dalam bentuk saham perusahaan.
Adapun pesangon yang diterima tiga mantan bos Twitter itu terdiri dari antara lain gaji pokok setahun, tunjangan kesehatan, dan berbagai hak lainnya.
Baca Juga: General Motors Hentikan Iklan di Twitter Gara-gara Elon Musk
Berita Terkait
-
IPO SpaceX Siap Pecahkan Valuasi Tertinggi dalam Sejarah, Setara 10 Kali Lipat APBN
-
Bisik-bisik Trump Saat Salaman Erat dengan Xi Jinping, Pakar Etika Bilang Begini
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
DPR Siapkan 'Omnibus Ketenagakerjaan' Baru: Nasib Outsourcing hingga Pesangon Bakal Dirombak Total?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN