Suara.com - Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming, sering berinteraksi dengan warganet di media sosial Twitter miliknya. Tak jarang putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut menjawab cuitan warganet mengenai laporan yang terjadi di daerahnya maupun luar daerah.
Terpantau bahwa Gibran berusaha memberikan jawaban atas laporan yang diterimanya melalui Twitter. Namun, jika laporan tersebut berada di luar Solo atau kewenangannya, maka lelaki kelahiran 1987 itu tidak bisa campur tangan.
Namun rupanya cara menjawab Gibran dalam menanggapi laporan yang diterimanya di Twitter dikritik oleh salah satu warganet.
Baru-baru ini, seorang warganet pengguna Twitter dengan akun @Devimunster1 menyebut bahwa cara menjawab Gibran salah dan mengkritik jika pemimpin tidak memberikan jawaban seperti itu.
Ini bermula ketika warganet lainnya melapor kepada Gibran mengenai pelayanan sarana dan prasarana (Sarpras) Polresta Surakarta yang sangat lambat.
Warganet dengan akun @wildan_31 itu mengaku seperti dipersulit saat datang ke Polresta Surakarta dan tidak sesuai prosedur.
"Mas Gibran, gimana nih pelayanan sarpras Polresta Surakarta sangat lambat. Sesuai prosedur harusnya jam 8 sudah buka. Ini sampai jam segini belum ada kesiapan apa-apa. Kita bayar ke negara dipersulit, tidak bayar juga dipersulit, terus masyarakat harus bagaimana? @gibran_tweet," tulis warganet.
Laporan tersebut pun ditanggapi oleh Gibran pada 24 Desember 2022. Ia mengatakan bahwa itu di luar wewenangnya, namun akan mencoba meneruskan ke pihak bersangkutan.
"Maaf pak ini bukan wewenang saya. Akan saya laporkan ke pak Kapolres," balas Gibran melalui akun @gibran_tweet.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Unggah Foto Anak Ayam Warna-warni, Bikin Warganet Nostalgia Masa Kecil
Namun, tanggapan Gibran justru mendapat kritik dari warganet lainnya yang menyorot cara menjawab Wali Kota Surakarta tersebut.
"Orang melapor kepada sampean tandanya orang percaya sama sampean. Jangan tweet bilang 'itu bukan wewenang saya'. Itu jawaban yang salah. Seorang pemimpin tidak memberikan jawaban seperti itu," cuit warganet pemilik akun @Devimunster1.
Cuitan itu pun kembali ditanggapi oleh Gibran Rakabuming. Ia meminta maaf dan mengatakan bahwa hal-hal yang di luar wewenangnya akan dikoordinasikan dengan pihak yang bersangkutan.
"Tapi itu memang bukan wewenang saya pak. Makanya ini saya koordinasikan sama yang berwenang. Maaf jika saya salah," balas Gibran.
Tweet yang telah disukai sebanyak lebih dari 400 kali oleh sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Tak sedikit warganet lainnya yang membela dan membenarkan cara menjawab lelaki yang akrab disapa Mas Wali tersebut.
Beberapa warganet juga menanggapi dengan jenaka lewat laporan untuk mencari gebetan atau pacar yang hilang.
"Mas Wali ini sebagai jembatan, yang berwenang itu bapak kapolresnya. Masa iya Mas Wali harus ngawasin buka jam berapa, ayolah sebagai warga negara Indonesia saling memahami. Kerjaannya Mas Wali itu banyak," tulis akun @feriarianto1998
"Kayaknya itu orangnya lagi banyak masalah deh. Emang bener jawabannya Mas Wali kok. Lagian jika ngambil alih tanggung jawab nanti dibilang lagi otoriter, ngurusin kerjaannya orang. Ribet emang hidup," komentar @LovelyMen0105
"Abaikan aja bapak wali, hanya orang yang cari sensasi itu," tambah @payrain77
"Aku juga mau laporan mas, kapan aku punya pacar?" cuit @nayaintaniaL
"Mas, doiku ngilang tanpa kabar. Tolong tanggung jawab mas, jangan ngomong bukan wewenang sampean," canda @limpbiskuit_
Berita Terkait
-
Jan Ethes Akan Main di Exhibition Game KU-8, Poster Acara Bikin Warganet Ngakak: Upin Ipin Diedit Wajah Gibran
-
Ngakak! Mas Wali Tanggapi Susanti di Upin Ipin yang Akan Pulang ke Indonesia, Gibran: Kontrak Kerja Diperpanjang
-
Menghilang dari Twitter Usai Menikah, Kaesang Dicari Chef Arnold: Mana Memenya?
-
Kaesang Pangarep Ganti Foto Profil Twitter Jadi Potret Gibran Rakabuming, Ngaku Idolanya
-
Ngakak! Kaesang Protes Al Nahyan Cuma Pakai Kutang di Foto Keluarga saat Nikah, Bobby Nasution: Ini Udah Diedit
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 24 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan Gratis
-
5 Cara Menghidupkan dan Mematikan Layar HP Xiaomi Tanpa Tombol
-
33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Februari 2026, Siap Sambut Event Capped Legends
-
Trailer Forza Horizon 6 'Bioma' Pamerkan Lanskap Jepang yang Spektakuler
-
Xiaomi Watch 5 Segera Hadir: Usung Wear OS Terbaru, Play Store Terpasang
-
Poster Beredar, Redmi Buds 8 Pro Siap Hadir ke Pasar Global Bersama HP Flagship
-
4 Rekomendasi Smartwatch Anak dengan GPS untuk Keamanan Buah Hati