Suara.com - YouTube telah mengumumkan bahwa kreator dapat mulai menghasilkan pendapatan iklan di Shorts mulai 1 Februari 2023.
Langkah ini menyusul janji YouTube dari September bahwa opsi monetisasi sedang dalam proses.
Perubahan ini hadir sebagai bagian dari pembaruan yang lebih luas pada Program Partner YouTube.
Program ini akan mewajibkan semua orang untuk menandatangani persyaratan perjanjian baru, baik mereka ingin menghasilkan uang dari Shorts atau tidak.
Kreator dapat menghasilkan uang dari format yang diluncurkan pada 2021, untuk sementara melalui hal-hal seperti Super Chat dan integrasi belanja, serta dana kreator yang telah disiapkan perusahaan.
Berbeda dari yang ada di TikTok, berbagi pendapatan iklan secara langsung dengan pembuat konten.
Di YouTube, kreator tidak harus ikut serta dalam monetisasi short jika mereka tidak menginginkannya.
YouTube mengatakan, sedang memperkenalkan sistem modular untuk persyaratan program mitra. Di mana setiap orang dalam program harus menandatangani perjanjian dasar yang menentukan hal-hal seperti apa yang dapat Anda posting di situs dan cara kerja pembayaran.
Itu berlaku untuk pembuat konten yang sudah menjadi Mitra YouTube dan perusahaan mengatakan mereka akan memiliki waktu hingga 10 Juli 2023.
Baca Juga: Moza AirCross S 3-1 Gimbal Stabilizier, Resmi Hadir di Indonesia Sasar Konten Kreator
Para konten kreator bisa menerima persyaratan baru atau kemampuan mereka untuk memonetisasi dengan platform akan dimatikan, dan mereka harus mengajukan permohonan kembali ke program tersebut.
Kemudian ada perjanjian tambahan untuk monetisasi "Halaman Tontonan" dan Shorts, yang dapat disetujui secara terpisah.
Perjanjian Shorts, yang akan tersedia pada 1 Februari, pada dasarnya memberi kamu potongan pendapatan dari "iklan yang dilihat di antara video di Umpan Shorts".
Perjanjian Laman Tontonan pada dasarnya mencakup hal-hal lain, di antaranya streaming langsung dan video "berbentuk panjang" tradisional di YouTube, YouTube Music, atau YouTube Anak.
Ada juga tambahan untuk "produk perdagangan" seperti keanggotaan, Obrolan Super, Stiker Super, dan Super Thanks, meskipun perusahaan mengatakan bahwa tidak perlu menyetujui kembali persyaratan tersebut jika kamu telah mengaktifkan fitur untuk saluran.
YouTube mengatakan, pendekatan modular ini akan memungkinkannya "menambah peluang monetisasi baru di masa mendatang tanpa harus memperbarui atau mengubah seluruh perjanjian monetisasi".
Berita Terkait
-
Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack
-
Muncul di YouTube Deddy Corbuzier dan Jadi Trending Nomor 1, Warganet Tetap Komentar Video Rewind Indonesia 'Biasa Aja'
-
Setelah Diretas, Raditya Dika Ternyata Sempat Dilarang Bikin Kanal YouTube Lagi
-
Akun YouTube Raditya Dika Diretas, Semua Video yang Diunggah Lenyap
-
Google, YouTube Digugat karena Diduga Melanggar Privasi Anak Di Bawah Usia 13 Tahun
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony