Suara.com - Rumor Samsung tengah menyiapkan ponsel lipat murah sudah lama beredar.
Bahkan sempat beredar rumor bahwa seri Galaxy A bisa dilipat.
Saat ini, perangkat lipat Samsung ditawarkan secara eksklusif melalui jajaran Galaxy Z.
Semua ini masuk dalam model flagship dengan opsi termurah adalah Galaxy Z Flip 5 yang dimulai dari 999 Dolar AS (Rp15,48 juta) dan Galaxy Z Fold 5 menjadi yang termahal dengan harga 1.799 Dolar AS (Rp27,87 juta).
Model-model terbaru telah berhasil memperkuat keyakinan pelanggan bahwa perangkat ini dapat digunakan sehari-hari.
Samsung telah menetapkan target ambisius untuk penjualan ponsel lipatnya tahun ini.
Meskipun Samsung saat ini mendominasi pasar ponsel pintar yang dapat dilipat karena keunggulannya sebagai penggerak pertama, kini Samsung mulai melihat lebih banyak persaingan, terutama dari OEM China.
Meskipun mereka berupaya menantang dominasinya di pasar-pasar di seluruh dunia, Amerika Serikat sebenarnya melarang sebagian besar pasar tersebut.
Dilansir laman Sammobile, Jumat (17/11/2023), Samsung mampu bertahan dengan kepemimpinannya di pasar-pasar utama seperti India dan seluruh Asia, Afrika, dan Timur Tengah, di mana meskipun persaingan yang tiada henti dari OEM China, perangkat Galaxy mereka terus bertahan.
Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy M34 5G, Baterai Besar Layar Super AMOLED
Hanya masalah waktu sebelum kita melihat persaingan serupa di segmen perangkat lipat.
Para OEM ini akan berusaha meraih pangsa pasar yang lebih besar sehingga mereka akan menerapkan taktik yang sama seperti yang mereka gunakan sebelumnya untuk mendapatkan keunggulan dalam persaingan.
Rumor baru-baru ini mengklaim bahwa Samsung mungkin sedang mengerjakan perangkat lipat dalam kisaran 400 hingga 500 Dolar AS (Rp6,2 hingga Rp7,75 juta).
Sebagai perbandingan, Galaxy A54 5G berharga 449 Dolar (Rp6,96 juta), kemudian ada ponsel lipat dengan harga segitu. Tampaknya agak terlalu tidak realistis.
Panel dan engsel yang dapat dilipat adalah dua komponen perangkat lipat yang paling mahal.
Tidak mungkin ponsel lipat dalam kisaran harga ini masuk akal secara komersial tanpa Samsung mengambil jalan pintas di beberapa bidang utama.
Berita Terkait
-
Panggilan Teks Bixby Kini Sudah Masuk India
-
Jurus Oppo Find N3 Lawan Samsung Galaxy Z Fold 5: Charger Gratis Tanpa Embel Eco Friendly
-
Intip Spesifikasi Oppo Find N3 yang Segera Masuk Indonesia, Pesaing Samsung Galaxy Z Fold 5
-
Contek Apple Lagi, Samsung Galaxy S24 Ultra Akan Hadir dengan Bahan Titanium
-
Mengenal Berbagai Fitur di Auto Blocker, Bikin Perangkat Makin Aman
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
18 Kode Redeem FC Mobile 16 Januari 2026, Jaminan Pemain Pool A dan Tips Hemat Permata
-
34 Kode Redeem FF 16 Januari 2026, Cek Strategi Diskon 80 Persen di Event Relay Mart
-
9 Tablet Snapdragon RAM 8GB Termurah, Performa Ngebut Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
7 Rekomendasi Smartwatch Lari Anti Air Terbaik, Fitur Lengkap Mulai Rp300 Ribuan!
-
Registrasi SIM via Biometrik, Warga Bisa Terancam Kehilangan Hak Komunikasi
-
5 Rekomendasi Smartwatch Diskon hingga 40 Persen di Eraspace, Ada yang Jadi Rp1 Jutaan
-
LG StanbyME 2 Resmi Masuk Indonesia, TV Portabel dengan Layar Lepas-Pasang dan AI Lebih Cerdas
-
Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
-
Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
-
Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah