Suara.com - Perusahaan induk TikTok, ByteDance dilaporkan ingin menjual studio game pengembang Mobile Legends: Bang-Bang, Moonton.
Menurut laporan, ByteDance sedang melakukan pembicaraan dengan pihak pembeli potensial, salah satunya di Arab Saudi.
Hanya saja belum ada keputusan akhir untuk menjual Moonton, dikutip dari Technobaboy, Senin (20/11/2023).
Keputusan ini dibuat saat perusahaan asal China itu menghadapi tekanan dalam bisnis game, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Di China, ByteDance telah berjuang untuk mendapatkan lisensi untuk menerbitkan game-nya. Sebab pemerintah di sana memiliki kebijakan ketat soal industri game.
Di sisi lain, ByteDance juga bersaing dengan perusahaan game China seperti Tencent dan NetEase. Keduanya memang menjadi penguasa pasar game di sana maupun lingkup global.
Kemudian di Amerika Serikat, ByteDance pun menghadapi tekanan dari pemerintah soal TikTok.
Platform video pendek tersebut dinilai mengancam keamanan nasional. AS juga mengancam bakal memblokir TikTok di sana.
Sekadar informasi, ByteDance mengakuisisi Moonton di tahun 2021 lalu dengan nilai 4 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 61,6 triliun.
Baca Juga: RSG PH Juara MPLI 2023 Mobile Legends, Bantai ECHO 3-1
Semenjak diakuisisi, ByteDance memang membebaskan Moonton untuk menjalankan bisnisnya secara otonom. Itu memungkinkan mereka untuk mempertahankan merek, tim, atau kultur khasnya.
Rumor ByteDance jual Moonton kemungkinan karena ingin fokus pada platform video pendek dan media sosialnya.
Buat yang belum tahu, Moonton adalah pengembang game Mobile Legends. Ini adalah game mobile genre Moba yang populer di Asia Tenggara, terutama Indonesia dan Filipina.
Mobile Legends memiliki lebih dari 500 juta unduhan dan 100 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia.
Mobile Legends adalah game arena pertempuran online multipemain (MOBA), mirip dengan Honor of Kings milik Tencent dan League of Legends milik Riot Games.
Permainan ini menampilkan berbagai hero, mode, event, dan memungkinkan pemain untuk bersaing satu sama lain secara real-time.
Berita Terkait
-
RSG PH Juara MPLI 2023 Mobile Legends, Bantai ECHO 3-1
-
Tak Hanya Meresahkan di Indonesia, Game College Brawl Juga Dikritik TikToker Malaysia
-
TikTok Shop Siap Beroperasi Lagi Indonesia, Gandeng Tokopedia?
-
Game Dewasa College Brawl Muncul di Layar HP? Begini Cara Report Akun Saat Live TikTok
-
UMKM RI Bisa Teriak! TikTok Shop Mau Buka Lagi
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 Juni 2026: Klaim Diamond, Cek VAR, dan Lightning Kickoff
-
Prediksi Gaya Mengemudi Baru di GTA 6, Ada Sistem Bantuan Khusus
-
LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker
-
Pertamax Naik Rp16.250, Dirut Pertamina Ngaku Tetap Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat!