Suara.com - Hanya beberapa hari setelah tersiar kabar tentang fitur AI yang bermasalah dalam melepas pakaian di ponsel Huawei, berita serupa juga muncul mengenai Apple (melalui 404 Media).
Perusahaan tersebut dilaporkan telah menghapus tiga aplikasi dari App Store yang diiklankan sebagai “generator seni”.
Namun, aplikasi tersebut mempromosikan di Instagram dan situs dewasa yang mengklaim bahwa mereka dapat “menjadikan gadis mana pun bugil secara gratis.”
Baca Juga: Riset: Penjualan iPhone Awal 2024 Terburuk sejak 6 Tahun Terakhir, HP Android Bangkit
Aplikasi-aplikasi ini mengeksploitasi AI generatif untuk membuat gambar bugil palsu dari individu yang berpakaian.
Meskipun gambar tersebut tidak menggambarkan bugil yang sebenarnya, aplikasi ini dapat menghasilkan gambar yang dapat digunakan untuk pelecehan, pemerasan, dan pelanggaran privasi.
Hal yang mengkhawatirkan adalah tanggapan Apple muncul setelah 404 Media membagikan tautan ke aplikasi dan iklan mereka.
Anehnya, aplikasi ini telah tersedia di App Store sejak 2022, mengiklankan fitur “menanggalkan pakaian” di situs dewasa.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa aplikasi-aplikasi ini awalnya diizinkan untuk tetap berada di App Store jika mereka menghapus iklan dari situs dewasa.
Baca Juga: Kolaborasi Alibaba Cloud dan MediaTek Hadirkan AI Generatif di Smartphone
Namun, salah satu aplikasi tersebut menjalankan iklan hingga 2024, ketika Google menariknya dari Play Store.
Dilansir dari laman Gizmochina, Senin (29/4/2024), Apple kini akhirnya memutuskan untuk menghapusnya dari App Store.
Baca Juga: Penjualan Menurun, Apple Disarankan Rilis iPhone Murah
Namun agak mengkhawatirkan melihat sifat reaktif dari moderasi toko aplikasi dan potensi pengembang untuk mengeksploitasi celah.
Insiden ini terjadi pada saat yang sensitif bagi Apple. WWDC 2024 sudah dekat dan perusahaan diperkirakan akan membuat pengumuman AI besar-besaran untuk iOS 18 dan Siri.
Apple telah secara aktif membangun reputasi untuk pengembangan AI yang bertanggung jawab, sampai melisensikan data pelatihan secara etis.
Sebaliknya, Google dan OpenAI menghadapi tuntutan hukum karena diduga menggunakan konten berhak cipta untuk melatih sistem AI mereka.
Penundaan penghapusan aplikasi NCI oleh Apple berpotensi merusak citra yang dikembangkan dengan hati-hati.
Berita Terkait
-
Bawa Desain Serupa, Huawei Watch Fit 3 Nyaris Mirip Apple Watch?
-
Cara Membuat Akun iCloud di Perangkat Apple dan Windows
-
Susul Apple, Microsoft Investasi Lebih dari Rp 14 Triliun di Indonesia
-
Alasan Investasi Apple di Indonesia Cuma Rp 1,6 Triliun, Padahal di Vietnam Bisa Rp 257 T
-
Bocoran iPhone 16 Apple, Lengkap dari Kamera sampai Harga
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Wall Street Cetak Rekor, 6 Saham Ini Diprediksi Jadi Buruan Investor Hari Ini
-
Mengenal Tujuan Gerakan Pramuka dan Perannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa
-
Jasad Bayi Ditemukan Terkubur di Mojokerto, Polisi Cari Pelakunya
-
Harga Rumah Naik Tipis, BI Catat Penjualan Properti Mulai Pulih pada Kuartal II 2026
-
Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang
-
Skin Aqua Tutup Hijau Jenis Sunscreen Apa? Kenali Manfaat dan Tipe Kulit yang Cocok
-
After the Fall: Kisah Humpty Dumpty yang Belajar Bangkit Kembali
-
Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan
-
Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah
-
Demi Efisiensi, Prabowo Perintahkan Pertamina dan PLN Pangkas Anak-Cucu Perusahaan