Suara.com - Seorang dokter hewan konservasi menemukan solusi memantau jantung dengan Apple Watch.
Hal ini dilakukan saat singa yang dibius, diperlukan memantau detak jantung.
Caranya, membungkus lidah singa itu dengan Apple Watch, sebagaimana melansir dari laman AppleInsider, Jumat (14/6/2024).
Dokter hewan satwa liar Australia Dr Chloe Buiting, dengan akun Instagram @Jungle_doctor memosting video singa yang dibius dengan Apple Watch diikatkan ke lidahnya.
Dr. Buiting menyebut peretasan ini sebagai penggunaan teknologi Apple yang "di luar label".
Dia menjelaskan bagaimana Apple Watch membantu dokter hewan konservasi memantau pasien mereka yang berbulu, bersisik, atau runcing selama pemeriksaan medis dan operasi.
Trik memantau detak jantung hewan berbulu ganas ini datang dari Pengguna Instagram Dr. Fabiola Quesada yang merupakan dokter hewan satwa liar dan konservasi terkemuka.
Dr. Buiting mengatakan, Apple Watch telah digunakan untuk memantau detak jantung gajah dengan menempelkan jam tangan ke telinga mereka.
Apple tidak memiliki peringkat khusus untuk ketahanan terhadap air liur. Jika beruntung, ketahanan air yang ada sudah cukup.
Baca Juga: Bingung Mau Screenshot di Apple Watch? Ikuti Langkah Mudahnya di Sini
Tidak mungkin mengetahui Apple Watch mana yang digunakan untuk memantau detak jantung di sini.
Tapi semua model Apple Watch menyertakan pemantauan detak jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi